Bukan sekadar soal bandara baru, para kepala daerah se-Tabagsel sepakat menjamin kecukupan penumpang demi menjaga keberlangsungan rute penerbangan perintis di kawasan ini mulai Juni 2026.
Padangsidimpuan, StartNews – Para kepala daerah se-Tapanuli bagian selatan (Tabagsel) sepakat memberikan jaminan keterisian penumpang demi menjaga keberlangsungan operasional rute penerbangan perintis di Bandara Aek Godang dan Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution yang dijadwalkan mengangkasa mulai Juni 2026.
Jaminan itu disepakati dalam pertemuan antar-kepala daerah dan ketua DPRD se-Tabagsel yang digelar di Kota Padangsidimpuan pada Jumat (22/5/2026). Fokus aliansi ini bergeser dari sekadar pembangunan infrastruktur menjadi komitmen bersama dalam memobilisasi massa dan stakeholder di lima kabupaten/kota agar kuota penumpang pesawat selalu terpenuhi.
Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution selaku inisiator pertemuan menegaskan kepastian terbang dari Kementerian Perhubungan harus diimbangi dengan komitmen daerah dalam menyuplai pasar penerbangan.
“Sesuai dengan informasi yang kami dapatkan, bulan Juni penerbangan itu akan diwujudkan. Dalam rangka itu tentu kami dengan bupati dan wali kota sepakat untuk mendukung sepenuhnya agar keberlangsungan penerbangan ini berjalan terus dengan kecukupan penumpang,” ujar Saipullah.
Untuk memastikan keterisian kursi pesawat tersebut, hasil pertemuan ini langsung dituangkan dalam notulen yang akan ditindaklanjuti ke Kementerian Perhubungan dan maskapai mitra. Selain itu, seluruh kepala daerah berkomitmen melakukan sosialisasi masif guna mengarahkan mobilitas masyarakat lokal dan pelaku usaha ke kedua bandara tersebut.
Dukungan penuh terhadap strategi penjaminan pasar ini juga ditegaskan oleh Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe. Sebagai titik tengah kawasan Tabagsel, pihaknya siap mengoordinasikan arus pergerakan calon penumpang.
“Kami siap melaksanakan apa yang disampaikan oleh Bupati Mandailing Natal dan juga tiga kepala daerah lainnya, kami siap untuk mendukung,” tegas Letnan Dalimunthe.
Senada dengan hal itu, Anwar Beni Hasugian, yang hadir mewakili Bupati Padanglawas Utara, menyatakan kesiapannya untuk menggerakkan potensi daerah agar kedua fasilitas transportasi udara tersebut tidak sepi peminat.
“Kami siap mendukung bagaimana Bandara Abdul Haris Nasution dan Bandara Aek Godang bisa eksis, sehingga kita tidak tertinggal dari kabupaten/kota lain di Indonesia,” tambah Anwar.
Di sisi lain, konektivitas darat menuju bandara juga menjadi sorotan demi mempermudah akses calon penumpang.
Ketua DPRD Padanglawas (Palas) Luat Hasibuan mendesak agar Pemkab Madina dan Pemkab Palas mempercepat pembukaan jalur Hapung – Hutatinggi untuk memangkas waktu tempuh menuju bandara terdekat menjadi hanya dua jam.
“Kami meminta kalau bisa ada peningkatan jalur transportasi langsung dari Padanglawas ke Madina karena jarak tempuh mungkin kurang dari dua jam kita akan sampai di bandara,” kata Luat.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Ketua DPRD Padangsidimpuan Sri Fitrah Munawaroh, jajaran Kepala Dinas Perhubungan se-Tabagsel, serta kepala otoritas Bandara AH Nasution dan Bandara Aek Godang.
Reporter: Sir




Discussion about this post