• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Juli 9, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Gunung Anak Krakatau Erupsi, BPBD Banten Ingatkan Bahaya Tsunami

by Redaksi
Kamis, 9 Juli 2026
0 0
0
Gunung Anak Krakatau Erupsi, BPBD Banten Ingatkan Bahaya Tsunami

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi tiga kali, Rabu (8/7/2026). (FOTO: Dok. PVMBG)

ADVERTISEMENT

BPBD Banten tegaskan fokus utama mitigasi Gunung Anak Krakatau Level IV adalah ancaman tsunami, bukan abu vulkanik, dengan golden time evakuasi 40 menit.

Serang, StartNew – Pemerintah Provinsi Banten mengalihkan fokus utama mitigasi hilir dari sekadar erupsi abu vulkanik menjadi kewaspadaan terhadap potensi tsunami, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang kini berstatus Level IV (Awas).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengatakan dampak semburan material gunung api tidak akan mencapai permukiman warga di daratan Banten, melainkan ancaman gelombang tinggi yang dipicu oleh aktivitas bawah laut.

“Fokus kami bukan gunung meletus, tapi tsunami. Kalau meletus, cuma abu yang ke sini,” kata Lutfi Mujahidin, Kamis (9/7/2026).

Menurut Lutfi, indikator potensi tsunami menjadi satu-satunya penentu bagi pihak berwewenang untuk mengeluarkan perintah pengungsian massal bagi warga pesisir. Aktivitas vulkanik di atas permukaan laut tidak serta-merta memicu evakuasi jika tidak disertai guncangan tektonik atau runtuhan material yang signifikan ke dalam laut.

“Tergantung. Kalau cuma erupsi di atas, apakah itu menimbulkan gempa atau tidak? Kalau tidak menimbulkan tsunami, ya tidak apa-apa,” tuturnya.

Berdasarkan perhitungan teknik mitigasi, masyarakat di sepanjang pesisir Selat Sunda hanya memiliki waktu sekitar 40 menit untuk menyelamatkan diri ke dataran tinggi setelah tanda-tanda tsunami terdeteksi. Waktu yang terbatas ini menuntut respons cepat seluruh elemen masyarakat dan petugas di lapangan agar tidak terjadi keterlambatan penanganan.

“Dari letusan gunung ada waktu 40 menit. Jadi, ketika meletus dan ada potensi tsunami, waktunya 40 menit. Kalau masyarakat tidak paham, mereka bisa santai saja. Jadi, kalau air laut sudah surut, jangan diam-diam saja,” kata Lutfi.

Guna memastikan rantai informasi berjalan tanpa hambatan, BPBD Banten memperketat koordinasi real-time dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Langkah ini juga diperkuat dengan melatih personel Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) sebagai garda terdepan dalam memandu proses evakuasi mandiri wisatawan dan warga lokal.

“Secara informasi kita mengikuti PVMBG. Kemudian, kita sudah memberikan edukasi evakuasi secara mandiri. Kepada Balawista juga sudah kita lakukan pelatihan pertolongan,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengimbau warga tidak menyebarkan spekulasi yang memicu kepanikan massal, melainkan fokus pada pengenalan rambu-rambu kebencanaan yang telah terpasang di sepanjang jalur rawan.

“Jangan panik, jangan takut. Yang penting, kalau berada di wilayah bencana, kenali jalur evakuasi yang sudah dipasang, ikuti jalur evakuasi dan menuju ke titik kumpul,” kata Lutfi.

Reporter: Sir

Tags: BPBD BantenErupsiGunung Anak KrakatauTsunami
ShareTweet
Next Post
UMA dan Pemkab Madina Sulap Lahan Hutatonga Jadi Kampung Pisang Kepok

UMA dan Pemkab Madina Sulap Lahan Hutatonga Jadi Kampung Pisang Kepok

Discussion about this post

Recommended

Seorang Pria Tewas Diterkam Harimau Saat Memotong Kayu di Kebun

Seorang Pria Tewas Diterkam Harimau Saat Memotong Kayu di Kebun

4 tahun ago
Lapor ke Wamen PAN-RB, Gubsu Pastikan Layanan Publik 18 Daerah Terdampak Bencana Tetap Stabil

Lapor ke Wamen PAN-RB, Gubsu Pastikan Layanan Publik 18 Daerah Terdampak Bencana Tetap Stabil

5 bulan ago

Popular News

  • Polisi OTT Empat Aktivis Gegara Peras ASN Pemko Padangsidimpuan

    Bupati Langkat dan Mantan Anggota DPRD Dikabarkan Terjaring OTT KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seleksi Terbuka JPTP dan Aroma Tak Sedap di Akar Birokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Penambang Emas Ilegal Tewas di Batangnatal, Polisi Bidik Sisi Pidana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keuangan Madina Oleng, Bupati Sebut Anggaran PPPK 2026 Kuras Kas Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026