• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Maret 13, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Gema Tarawih di Tanah Rantau Bikin Merindu Pulang ke Mandailing

by Redaksi
Sabtu, 21 Februari 2026
0 0
0
Gema Tarawih di Tanah Rantau Bikin Merindu Pulang ke Mandailing

Ilustrasi.

ADVERTISEMENT

Gema tarawih di Mandailing Natal (Madina) selalu memanggil para perantau pulang. Temukan kisah haru tentang tradisi merantau dan kerinduan mendalam pada suasana Ramadan di Madina.

Jakarta, StartNews – Bagi orang Mandailing, merantau bukan sekadar pergi mencari penghidupan. Ia sebuah fase pendewasaan, sebuah perjalanan untuk menjemput nasib yang sudah mendarah daging sejak zaman nenek moyang. Namun, sehebat apapun seseorang menaklukkan rimba beton di Jakarta atau Medan, ada satu musim yang selalu mampu meruntuhkan benteng pertahanan kerinduan itu, yakni Ramadan.

Di antara hiruk-pikuk kota besar, ada frekuensi tersembunyi yang selalu dicari oleh telinga para perantau Mandailing Natal (Madina) — frekuensi gema tarawih dari kampung halaman.

Suasana Ramadan di tanah perantauan seringkali terasa terburu-buru. Di kota besar, setelah berbuka dengan sisa kemacetan, orang bergegas ke masjid yang ber-AC dan beralas karpet tebal. Namun, bagi perantau asal Panyabungan, Kotanopan, hingga Natal, ada yang hilang dari kemewahan itu.

Mereka merindukan suara lantunan ayat suci yang khas. Ada logat dan nada khas (irama) imam-imam di Madina yang terasa lebih meresap ke kalbu, seolah membawa hawa sejuk dari perbukitan Bukit Barisan.

Suara langkah kaki para jamaah di atas lantai masjid kayu yang berderit, juga menciptakan harmoni alami yang tak bisa ditemukan di masjid beton perkotaan. Suasana riuh-rendah anak-anak di pelataran masjid setelah salat witir, yang di Madina terasa seperti sebuah pesta rakyat kecil-kecilan.

“Sejauh-jauhnya kaki melangkah, telinga ini selalu tertinggal di masjid kampung. Suara mik yang sedikit pecah namun jujur, dan sapaan ‘Apa kabar’ dalam bahasa Mandailing setelah salam, adalah kemewahan yang tak terbeli.”

Kerinduan ini bukan sekadar soal ibadah, tapi soal identitas. Di tanah rantau, seorang perantau mungkin makan kurma yang sama. Namun, rasanya beda tanpa kehadiran Toge Panyabungan asli atau aroma marpangir yang masih membekas di kulit saat malam pertama tarawih.

Di Madina, tarawih menjadi perekat sosial. Di sana, tidak ada orang asing. Setiap orang yang berdiri di samping Anda adalah kerabat, tetangga, atau setidaknya seseorang yang mengenal kakek-nenek Anda. Kehangatan komunal inilah yang membuat dinding-dinding apartemen atau kontrakan di perantauan terasa lebih dingin saat bulan puasa tiba.

Pada akhirnya, gema tarawih yang terdengar sayu di ingatan itulah yang menjadi bahan bakar utama untuk bertahan hingga hari kemenangan tiba. Tradisi merantau mengajarkan orang Mandailing untuk Tangguh. Namun, tradisi pulang (mudik) mengajarkan mereka untuk tetap membumi dan ingat pada asal-usul.

Bagi mereka yang tahun ini belum bisa pulang, setiap sujud di rakaat terakhir tarawih di perantauan selalu terselip doa yang sama. Semoga tahun depan, dahi ini bisa kembali bersujud di tanah kelahiran, di bawah naungan langit Mandailing yang teduh. (Sir)

#Mandailing #MandailingNatal #Madina #Panyabungan #Kotanopan #Natal #SumateraUtara #NorthSumatra #MandailingMudik #AnakRantauMadina

Tags: MandailingMerinduPulangTanah RantauTarawih
ShareTweet
Next Post
Kekejaman Ibu Tiri di Sukabumi, Bocah 12 Tahun Tewas dengan Luka Bakar dan Lebam

Kekejaman Ibu Tiri di Sukabumi, Bocah 12 Tahun Tewas dengan Luka Bakar dan Lebam

Discussion about this post

Recommended

Kapolres Tapsel Diganti, AKBP Roman Smaradhana Jadi Kapolres Asahan

Kapolres Tapsel Diganti, AKBP Roman Smaradhana Jadi Kapolres Asahan

4 tahun ago
8 Tempat Isolasi Disiapkan, Kualanamu Buka Penerbangan Internasional pada 14 Oktober 2021

8 Tempat Isolasi Disiapkan, Kualanamu Buka Penerbangan Internasional pada 14 Oktober 2021

4 tahun ago

Popular News

  • HUT Ke-27 Madina, Bupati Soroti 1.200 Km Jalan Rusak dan Isu Mundurnya 6 Kepala OPD

    HUT Ke-27 Madina, Bupati Soroti 1.200 Km Jalan Rusak dan Isu Mundurnya 6 Kepala OPD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok Kabupaten Madina Berusia 27 Tahun, Ini Agenda Peringatannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MARPOKAT Desak Pemkab Madina Legalkan Tambang Rakyat Demi Kepastian Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof. Sumper Mulia Harahap Dilantik sebagai Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Tembak Pria Asal Madina yang Membunuh Lansia di Angkola Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025