Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menjadikan pengajian akbar BKMT di Sipirok sebagai panggung perang melawan rentenir dan narkoba lewat penguatan iman serta KUR nol persen.
Tapsel, StartNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi konsistensi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang dinilai membentengi masyarakat dari ancaman narkoba sekaligus jeratan rentenir. Gus Irawan menyampaikan hal itu saat menghadiri pengajian akbar BKMT di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, Selasa (7/7/2026).
Dalam pandangannya, majelis taklim bukan sekadar wadah ibadah, melainkan pilar utama penguatan iman untuk menghadapi dampak negatif perkembangan zaman serta ruang edukasi kesejahteraan keluarga.
“Jika agama kita kuat, insya Allah anak-anak kita akan terhindar dari berbagai pengaruh negatif perkembangan zaman. Seperti penyalahgunaan narkoba. Karena itu, pengajian ini harus terus kita hidupkan,” ujar Gus Irawan di hadapan ratusan jamaah.
Dia mengatakan ilmu yang diperoleh dari pengajian harus diimplementasikan agar membawa manfaat bagi ketahanan ekonomi keluarga. Pada kesempatan itu, dia juga menyoroti maraknya masyarakat, khususnya kaum ibu, yang terjerat pinjaman berbunga tinggi dari lembaga keuangan non-perbankan ilegal.
Sebagai langkah konkret, kata Gus Irawan, Pemkab Tapsel tengah mendorong pemanfaatan pembiayaan murah melalui Bank Sumut untuk membebaskan warga dari cekikan rentenir.
“Saya ingin masyarakat, khususnya ibu-ibu, tidak lagi terbebani pinjaman berbunga tinggi. Kita sudah menyiapkan skema pembiayaan yang lebih ringan melalui Bank Sumut, sehingga masyarakat bisa mengembangkan usaha tanpa terbebani bunga yang mencekik,” katanya.
Tidak hanya sektor usaha mikro, Pemkab Tapsel juga memperluas jangkauan perlindungan ekonomi ke sektor pertanian melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga nol persen. Program ini dirancang secara terintegrasi, mulai dari pendampingan penyuluh, penyediaan benih dan pupuk, hingga jaminan pemasaran hasil panen lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Petani jangan lagi khawatir soal modal, benih, pupuk maupun pemasaran hasil panen. Pemerintah hadir agar petani bisa fokus bekerja dan memperoleh keuntungan yang layak,” tegas Gus Irawan.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post