Simak kisah Abdul Haris, pedagang durian di Madina yang sukses meraup omzet Rp5 juta sehari berkat strategi gigih membuka dua lapak dari pagi hingga malam.
Panyabungan, StartNews – Keberhasilan meraup omzet hingga Rp5 juta dalam sehari tidak didapatkan Abdul Haris secara instan. Pedagang durian di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini menerapkan strategi jemput bola dengan membuka dua lapak di lokasi berbeda dari pagi hingga malam hari demi memaksimalkan potensi tingginya minat masyarakat pada musim panen durian.
Aroma khas durian yang menyengat di berbagai sudut Madina selalu menjadi pertanda kebangkitan ekonomi musiman bagi para pedagang setempat. Di tengah geliat tersebut, kegigihan Haris tampak sangat menonjol.
Dia dengan cekatan melayani para penikmat raja buah tersebut di lapaknya. Setiap harinya, ritme kerja Haris dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari di kawasan Simpang Jalan AMD Lama, Kelurahan Kota Siantar, Kecamatan Panyabungan. Tidak membiarkan waktunya terbuang, menjelang sore dia segera mengemas dan memindahkan dagangannya ke lapak kedua di Kelurahan Sipolupolu untuk terus berjualan hingga malam hari.
Kerja keras tanpa henti dan strategi berpindah lokasi ini nyatanya membuahkan hasil yang manis. Haris menyajikan pilihan buah yang komprehensif bagi pelanggannya, mulai dari durian lokal unggulan seperti Sisere dan Jantung yang dibanderol dengan harga bersahabat antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per buah, tergantung ukuran.
Sementara untuk memfasilitasi pembeli yang mencari kelas premium seperti Montong dan Duri Hitam, dia menerapkan sistem jual secara timbangan.
“Alhamdulillah, sehari omzet bisa mencapai sekitar Rp5 juta. Pagi saya berjualan di Simpang Jalan AMD, lalu sore hingga malam pindah ke Sipolupolu supaya bisa menjangkau lebih banyak pembeli,” tutur Abdul Haris.
Dari sekian banyak varian yang ditawarkan di lapaknya, durian Sisere tampil sebagai primadona yang paling sering diburu pelanggan, karena memiliki citarasa yang sangat khas dan melekat di lidah. Tingginya minat masyarakat terhadap durian pilihannya membuat Haris mampu menghabiskan sedikitnya 200 buah durian dalam sehari.
Menariknya, daya tarik lapak Haris tidak hanya memikat warga lokal Madina, tetapi juga berhasil menembus pasar luar daerah berkat kualitas buah yang selalu dia jaga. “Selain pembeli dari Madina, saya juga sering menerima pesanan dari Kota Medan,” ujarnya.
Reporter: Fadli Mustafid





Discussion about this post