• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Juli 12, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Martabe Cocoa Ekspansi Ekosistem Kakao ke Marancar

by Redaksi
Minggu, 12 Juli 2026
0 0
0
Martabe Cocoa Ekspansi Ekosistem Kakao ke Marancar

FOTO: ISTIMEWA.

ADVERTISEMENT

Pascabanjir besar November 2025 yang merusak lahan produktif, Program Martabe Cocoa dari PT Agincourt Resources (PTAR) bangkit dengan memperluas ekspansi ekosistem kakao hulu-hilir ke wilayah baru di Tapanuli Selatan untuk mengamankan rantai pasok cokelat premium.

Tapsel, StartNews – PT Agincourt Resources (PTAR) memperluas jangkauan Program Martabe Cocoa ke Kecamatan Marancar dan Sayur Matinggi setelah banjir besar pada November 2025 yang menghancurkan sebagian besar lahan kakao binaan di Batang Toru dan Muara Batang Toru.

Langkah itu diambil guna menyelamatkan target pembangunan ekosistem kakao terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku bagi produk cokelat premium lokal, Martabe Chocolate.

Bencana alam yang melanda akhir tahun lalu sempat memukul jalannya program karena material pasir yang menutup lahan membuat area pertanian lama tidak lagi layak ditanami. Kondisi tersebut memaksa pengelola Tambang Emas Martabe melakukan pemetaan ulang mekanisme Calon Petani Calon Lahan (CPCL).

Sebagai respons cepat, PTAR langsung melirik potensi lahan baru di Marancar untuk perluasan pendampingan, serta menggenjot rehabilitasi tanaman di Sayur Matinggi melalui metode sambung samping dan penyediaan mata entres berkualitas.

Meskipun dihantam tantangan berat, komitmen korporasi dalam membangun rantai nilai dari hulu ke hilir tetap berjalan agresif. Hingga pertengahan 2026, jumlah bibit gratis yang didistribusikan kepada petani yang lolos verifikasi ketat Dinas Pertanian dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) melonjak menjadi sekitar 18 ribu batang, naik signifikan dari total penyaluran tahun 2025 yang berkisar 12 ribu bibit.

Saat ini, sebanyak 19 ribu bibit unggul dengan klon TSA 858 dan ICS 60 yang disambung pucuk dengan materi genetik dari Puslitkoka Jember juga telah disiapkan untuk fase penyaluran berikutnya.

Supervisor Agriculture Development Agincourt Resources, Ilham Perwira, menegaskan proyeksi jangka panjang dari program ini tidak boleh terhenti oleh kendala eksternal karena tujuannya adalah menciptakan kemandirian ekonomi yang utuh bagi petani lokal melalui kepastian pasar. Hal tersebut dia paparkan saat menjelaskan peta jalan terbaru Program Martabe Cocoa di Batang Toru, Sabtu (11/7/2026).

“Target kami bukan hanya menghasilkan bibit yang baik, tetapi membangun ekosistem kakao yang kuat sehingga petani memperoleh pendampingan, hasil panen berkualitas, dan akses pasar yang jelas,” kata Ilham.

Integrasi sektor pascapanen juga terus diperkuat demi menciptakan nilai tambah yang tinggi. PTAR telah merampungkan infrastruktur pendukung mulai dari fasilitas pembibitan, rumah fermentasi, area pengeringan, rumah pengemasan, hingga pabrik pengolahan mini (mini plant). Seluruh fasilitas ini difungsikan untuk memproses biji kakao mentah menjadi produk jadi bernilai ekonomi tinggi, termasuk varian cokelat batangan komersial.

Saat ini, kebutuhan bahan baku untuk pembuatan Martabe Chocolate memang masih diserap dari beberapa wilayah lain di Kabupaten Tapanuli Selatan akibat dampak banjir. Namun, melalui strategi ekspansi wilayah dan pemulihan lahan ini, PTAR menargetkan pemenuhan bahan baku ke depan akan sepenuhnya ditopang oleh hasil panen mandiri dari para petani binaan.

Produk hilir tersebut kini sudah mulai menembus jaringan ritel, pusat oleh-oleh khas daerah, platform digital, hingga ekosistem penjualan berbasis reseller untuk mendongkrak pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat lingkar tambang.

Reporter: Lily Lubis

Tags: EkosistemEkspansiKakaoMarancarMartabe Cocoa
ShareTweet
Next Post
Bidikan Pasca-Tambang Agincourt Lewat Manisnya Martabe Cokelat

Bidikan Pasca-Tambang Agincourt Lewat Manisnya Martabe Cokelat

Discussion about this post

Recommended

Pemkab Madina Siap Memfasilitasi Jalur Perdagangan Buah dari Aeknangali ke Jakarta

Pemkab Madina Siap Memfasilitasi Jalur Perdagangan Buah dari Aeknangali ke Jakarta

3 tahun ago
Lima Hal Ini Jadi Target Sumut pada PON 2024

Lima Hal Ini Jadi Target Sumut pada PON 2024

3 tahun ago

Popular News

  • Seleksi Terbuka JPTP dan Aroma Tak Sedap di Akar Birokrasi

    Seleksi Terbuka JPTP dan Aroma Tak Sedap di Akar Birokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keuangan Madina Oleng, Bupati Sebut Anggaran PPPK 2026 Kuras Kas Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Penambang Emas Ilegal Tewas di Batangnatal, Polisi Bidik Sisi Pidana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Sumut Audit Stadion HM Nurdin Padangsidimpuan Jelang Konser Bulls Motion

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026