Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mendesak STAIN Madina segera melakukan transformasi digital dan adaptasi AI, sekaligus berkomitmen memperjuangkan alih status kampus menjadi institut.
Panyabungan, StartNews – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang (Mardas) mendorong perguruan tinggi keagamaan, khususnya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina), agar bertransformasi secara digital agar tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Mardas menyampaikan hal itu saat memberikan paparan pada acara general stadium di Gedung Student Center STAIN Madina, Panyabungan, Minggu (2/8/2026).
Menurut dia, kemajuan teknologi AI saat ini menjadi tantangan mendesak bagi lembaga pendidikan agama, mengingat masyarakat kini cenderung mencari jawaban atas berbagai persoalan secara langsung melalui telepon genggam mereka.
“Orang tidak akan bertanya lagi ke profesor. Bertanyanya ke AI itu,” kata dia di hadapan sivitas akademika STAIN Madina.
Mardas menekankan persoalan utama terletak pada kebenaran rujukan atau sumber pengetahuan yang digunakan oleh AI. Jika akademisi keagamaan pasif, masyarakat berpotensi menerima informasi agama yang keliru.
Itu sebabnya, dia meminta perguruan tinggi keagamaan tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan aktif mengintervensi ruang digital dengan konten pengetahuan yang benar.
“Bukan pemakai, tapi kita pembentuk. Kita pengisi di situ. Pendidikan yang berbasis agama ini harus segera bertransformasi. Teknologi bukan dibenci, tapi harus kita manage,” ujarnya.
Selain menyoroti pentingnya adaptasi digital, dia juga mendukung dan mengawal alih status STAIN Madina menjadi institut pada tahun ini. Dia menilai keberadaan institut negeri di Madina berperan penting, tidak hanya dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan, melainkan juga dalam memicu pertumbuhan ekonomi daerah setempat.
Mardas juga mengajak seluruh pihak, termasuk lembaga pesantren dan pemerintah daerah, untuk berbenah bersama agar tidak tergilas zaman.
Sementara Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis menyatakan kesiapan institusinya melakukan pembenahan internal demi mewujudkan kampus yang maju dan unggul. Agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain, kata dia, dibutuhkan sinergi, motivasi, serta koordinasi yang erat dari seluruh pemangku kepentingan.
Mara Sami juga berharap agar Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang terus mendukung kemajuan STAIN Madina, khususnya dalam perluasan akses pendidikan bagi para mahasiswa. Dia berharap alokasi bantuan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa STAIN Madina dapat ditingkatkan pada masa mendatang.
“Kita berharap kedepan STAIN Madina bisa lebih maju. Tentunya harus dibekali dengan koordinasi dan motivasi, bagaimana membangun STAIN Madina jauh lebih unggul dibandingkan yang lain. Kita berharap kepada Pak Marwan Dasopang kedepan memprioritaskan mahasiswa yang ada di STAIN untuk mendapatkan KIP lebih banyak,” tuturnya.
Reporter: Fadli Mustafid





Discussion about this post