• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Longsor Timpa Jalan, Desa Gunungtua Simandolam Terisolasi

by Saparuddin Siregar
Sabtu, 11 Mei 2024
0 0
0
Longsor Timpa Jalan, Desa Gunungtua Simandolam Terisolasi
ADVERTISEMENT

Kotanopan, StartNews Curah hujan yang tinggi pada Jumat sore (10/5/2024) kemarin menyebabkan jalan menuju Desa Gunungtua Simandolam, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) longsor. Akibatnya, jalur ini tidak bisa dilewati kendraaan roda dua dan roda empat. Untuk sementara warga terpaksa berjalan kaki agar sampai ke Desa Simandolam.

Material tanah yang longsor juga menyebabkan sekolah di desa ini terpaksa diliburkan, karena guru- gurunya tidak bisa lewat. Warga yang hendak ke Pasar Kotanopan juga terpaksa jalan kaki dan pulangnya memikul barang bawaan belanja dari Pasar Kotanopan. Kondisi ini menyulitkan warga.

Asmin, warga Desa Gunungtua Simandolam pada Sabtu(11/5/2024) mengatakan, longsor yang menimpa jalur menuju Desa Gunungtua ada 9 titik. Titik terparah di kilometer 4, tepatnya di kawasan Bulusorik. Material tanah yang longsor cukup banyak. Kalaupun alat berat diturunkan, diperkirakan tidak akan selesai membersihkan material longsor dalam satu hari.

Asmin berharap Pemkab Madina segera menurunkan alat berat untuk mengangkat material longsor tersebut. Sebab, kondisi ini membuat jalan tidak bisa dilalui dan ratusan warga terisolasi. Sekolah pun praktis diliburkan karena tidak ada guru yang bisa lewat.

Kepala Desa Gunungtua Simandolam Parwis mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Pemkab Madina agar alat berat dikerahkan untuk mengangkat material longsor.

Jumlah titik longsor ada 9, kendaraan sama sekali tidak bisa lewat. Kalau mau ke Pasar Kotanopan, warga harus berjalan kaki. Kami sangat berharap Pemkab Madina menurunkan alat berat, ujar Parwis.

Apalagi longsor juga menyebabkan material kayu menimpa kabel listrik, sehingga penerangan di desa setempat praktis padam mulai semalam.

“Saat ini warga hanya bisa berjalan kaki melewati gundukan tanah dan kayu yang longsor dan sewaktu-waktu bisa nengancam keselamatan warga, kata Parwis.

Reporter: Lokot Husda Lubis

Tags: Desa Gunungtua SimandolamKotanopanLongsor
ShareTweet
Next Post
Ini Nama-nama Pengurus  HIPMI Madina yang Baru Dilantik

Ini Nama-nama Pengurus HIPMI Madina yang Baru Dilantik

Discussion about this post

Recommended

Data Percepatan Penanganan Covid-19 Madina: ODP Tinggal 3 Orang

Data Percepatan Penanganan Covid-19 Madina: ODP Tinggal 3 Orang

6 tahun ago
Bukit Bendera di Natal Terbakar

Bukit Bendera di Natal Terbakar

7 tahun ago

Popular News

  • Kembali ke Sumut, Brigjen Pol. Sonny Irawan Jabat Kapolda Gantikan Whisnu Hermawan

    Kembali ke Sumut, Brigjen Pol. Sonny Irawan Jabat Kapolda Gantikan Whisnu Hermawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sensasi Naik Pedati Kerbau, Rombongan Turis Belanda Jelajahi Aek Pohon Panyabungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri Mutasi 78 Jenderal dan Sepuluh Kombes, Ini Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026