Camat Tambangan Bahren Daulay memanfaatkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk menggalang persatuan 19 desa, mendorong aplikasi presensi digital, dan mengawal pembangunan jalan Labi-Pandaringan.
Tambangan, StartNews – Camat Tambangan Bahren Daulay meminta para perangkat desa dan elemen masyarakat menjaga kebersamaan serta meningkatkan kedisiplinan pelayanan publik saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Kantor Camat Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (7/9/2026).
Kegiatan keagamaan yang diprakarsai oleh perangkat desa se-Kecamatan Tambangan ini merupakan kali kedua diadakan secara beruntun.
Selain dihadiri Camat Bahren Daulay, acara tersebut juga dihadiri jajaran Forkopincam, Babinsa, Kapos Tambangan, Kepala KUA Tambangan, BPD, tokoh masyarakat, penyuluh KB, serta para kepala desa, dengan menghadirkan penceramah Ustadz H. Amrin Nasution.
Dalam pidatonya, Bahren Daulay memaparkan progres hasil survei bersama Dinas PUPR Kabupaten Madina terkait perencanaan peningkatan ruas jalan Laru Lombang – Tambangan Jae sepanjang 472 meter dengan lebar aspal 4 meter.
Dia mengatakan proyek pembangunan infrastruktur menuju wilayah seberang Batang Gadis memerlukan pemotongan tebing sepanjang 300 meter dan pelebaran 1,5 meter untuk drainase, sehingga membutuhkan dukungan dari seluruh 19 desa dan 1 kelurahan di Tambangan.
“Kekompakan ini harus kita jaga dan persatuan di Kecamatan Tambangan harus terus kita tingkatkan. Pembangunan infrastruktur jalan menuju wilayah seberang Batang Gadis bukan hanya tugas tujuh desa di sana, melainkan tanggung jawab kita bersama seluruh desa di kecamatan ini,” ujar Bahren Daulay.
Di samping sektor pembangunan fisik, Bahren menekankan pembenahan sistem pelayanan masyarakat di kantor desa. Pihaknya tengah mematangkan penggunaan aplikasi presensi digital berbasis lokasi GPS dan kamera bernama Manus guna memantau kedisiplinan dan jam kerja para perangkat desa.
“Insya Allah kedepan pelayanan untuk masyarakat di Kecamatan Tambangan terlaksana sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam jam kerja pelayanan. Kita ubah pola pikir masyarakat agar pelayanan berpusat di kantor desa secara tepat waktu,” tegas Bahren.
Pada kesempatan itu, Bahren juga memperkenalkan gagasan “Keta Marsialapari” sebagai revitalisasi tradisi gotong-royong Marsalap Ari untuk memperluas pilar kepedulian sosial, kebersihan, dan keasrian lingkungan desa.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diakhiri dengan tausiyah dari Ustadz H. Amrin Nasution mengenai pentingnya meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Reporter: Sir





Discussion about this post