Bulog Sumut bidik panen raya Agustus-September 2026 untuk kejar target penyerapan 70 ribu ton gabah petani sembari memastikan cadangan beras daerah dalam kondisi aman.
Medan, StartNews – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) bersiap mengoptimalkan penyerapan gabah kering dari para petani pada musim panen raya yang diproyeksikan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Langkah ini bertujuan mengejar target pengadaan daerah sebesar 70 ribu ton gabah kering atau setara 35 ribu ton beras, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Sumut.
Sementara cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini berada dalam posisi aman. Pasokan yang ada dipastikan mampu menopang kebutuhan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan beras bagi warga Sumut dalam beberapa bulan kedepan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto menjelaskan, realisasi penyerapan gabah dari petani lokal hingga pertengahan Juli 2026 telah menyentuh angka 34 ribu ton gabah atau setara 17 ribu ton beras. Pihaknya optimistis angka penyerapan tersebut akan melonjak signifikan seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra produksi beras daerah.
Beberapa daerah yang menjadi tumpuan panen mendatang meliputi Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Utara, dan Batu Bara. Untuk memuluskan proses penyerapan di lapangan, Bulog memperketat sinergi bersama gabungan kelompok tani, pemerintah daerah, hingga jajaran TNI.
“Untuk mengoptimalkan penyerapan, kami terus memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani, pemerintah daerah, TNI, dan pemangku kepentingan lainnya,” ujar Budi Cahyanto, dirilis antaranews.com, Rabu (22/7/2026).
Sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam tata kelola pangan nasional, Bulog berkomitmen membeli gabah hasil panen petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Budi menambahkan, penguatan stok lokal ini berjalan seiring pengelolaan cadangan yang ada di gudang Bulog Sumut yang kini mencapai 57.375 ton.
“Stok total gudang masih kuat dalam memenuhi program tersebut untuk kebutuhan masyarakat,” tegas Budi.
Sebagai gambaran kalkulasi kebutuhan, penyaluran bantuan pangan periode Februari hingga Maret 2026 sebelumnya menghabiskan sekitar 35 ribu ton beras. Sementara sisa stok dialokasikan untuk penyaluran beras SPHP melalui jaringan mitra resmi.
Guna menjaga kesinambungan pasokan jangka panjang, Bulog Sumut berencana mengajukan tambahan stok ke pemerintah pusat setelah tuntasnya penyaluran bantuan pangan periode Juli.
Reporter: Sir





Discussion about this post