Atasi tumpukan sampah, Pemkab Madina bersiap terapkan sistem controlled landfill di TPA Banggua menggantikan open dumping sesuai arahan Menteri LH.
Panyabungan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai mempersiapkan perubahan sistem pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dari metode open dumping menjadi controlled landfill.
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Lingkungan Hidup yang melarang pengelolaan sampah dengan sistem pembuangan terbuka.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Madina Afrizal bersama tim lintas organisasi perangkat daerah melakukan peninjauan langsung ke lokasi TPA Banggua, Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, sebagai bagian dari persiapan pembangunan sistem controlled landfill, Jumat (10/7/2026).
Tim yang terlibat terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Perkim, serta perangkat daerah terkait lainnya.
Afrizal menjelaskan, berdasarkan data nasional masih terdapat 359 TPA yang menerapkan sistem open dumping, termasuk TPA yang ditinjau di Madina.
Sebab itu, kata Afrizal, pemerintah daerah berupaya segera keluar dari sistem tersebut melalui penerapan controlled landfill.
“Ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Lingkungan Hidup. Kami ingin pelaksanaannya segera dilakukan karena seluruh kajian telah disusun secara komprehensif oleh tim lintas OPD,” katanya.
Sementara itu, persoalan tumpukan sampah yang masih terlihat di sejumlah titik di wilayah Panyabungan setiap pagi juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Madina, Birul Walidain, mengatakan pihaknya terus berupaya memaksimalkan pengangkutan sampah, khususnya di wilayah Panyabungan dan sekitarnya. Namun, pelayanan masih terkendala keterbatasan sarana dan prasarana.
“Kami terus berupaya memaksimalkan pengangkutan agar kondisi tersebut dapat diminimalkan,” katanya.
Saat ini, kata dia, DLH memiliki 12 armada pengangkut sampah. Dari jumlah tersebut, sekitar lima unit mengalami kerusakan sehingga belum dapat beroperasi secara optimal.
Pihaknya berupaya mempercepat perbaikan armada agar seluruh kendaraan dapat kembali beroperasi sehingga pelayanan pengangkutan sampah menjadi lebih maksimal.
Birul juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah dengan memilah sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah tangga.
“Pengelolaan sampah akan berhasil jika dilakukan bersama. Pemilahan sampah dari rumah menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan pengelolaan sampah yang lebih baik,” ujarnya.
Reporter: Fadli Mustafid





Discussion about this post