Ketua Dewas RSUD PanyabunganSahnan Pasaribu menekankan pentingnya pengawasan sebagai representasi pemerintah untuk mewujudkan rumah sakit rujukan utama Tabagsel 2030.
Panyabungan, StartNews – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Panyabungan Sahnan Pasaribu menegaskan Dewas memiliki peran vital sebagai representasi pemerintah dalam mengawasi seluruh proses pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah ini.
Dia menyampaikan hal itu dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Strategis (Renstra) RSUD Panyabungan tahun 2026–2030 yang berlangsung di rumah sakit setempat, Kamis (9/4/2026).
Sahnan menjelaskan, posisi Dewas memegang tanggung jawab langsung kepada kepala daerah selaku pemilik rumah sakit guna memastikan operasional berjalan sesuai regulasi. Menurut dia, pengawasan yang ketat merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas manajemen di tengah upaya transformasi rumah sakit.
“Pengawasan ini penting untuk memastikan tata kelola rumah sakit berjalan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Sahnan Pasaribu di sela-sela kegiatan yang mengusung tema ‘Transformasi RSUD Panyabungan Menuju Rumah Sakit Rujukan Utama Tabagsel 2030’ tersebut.
Dalam forum yang bertujuan menyatukan persepsi pemangku kepentingan ini, terungkap RSUD Panyabungan kini telah memiliki layanan prioritas untuk penyakit berat seperti kanker, jantung, stroke, hingga kesehatan ibu dan anak.
Capaian itu menjadi modal dasar bagi pihak manajemen untuk mengejar target sebagai pusat rujukan utama di kawasan Tapanuli bagian selatan (Tabagsel).
Sejalan dengan peningkatan status layanan, kapasitas tempat tidur di RSUD Panyabungan juga mengalami lonjakan dari 116 unit menjadi 160 unit untuk menampung tingginya jumlah pasien.
Sahnan menyebutkan target jangka panjang adalah mencapai kapasitas 250 tempat tidur seiring dengan upaya pemerintah daerah melobi dukungan anggaran dari tingkat provinsi maupun pusat.
Selain infrastruktur fisik dan alat medis canggih seperti CT scan serta layanan jantung, Sahnan juga menyoroti pentingnya perbaikan pada sisi kenyamanan dan sumber daya manusia.
Dia berharap masukan dari publik dapat menyempurnakan draf Renstra agar pembangunan tidak hanya mengejar kemegahan fisik, tetapi juga menyentuh aspek kebersihan dan sikap petugas medis.
“Melalui forum konsultasi publik ini, diharapkan seluruh pihak dapat memberikan masukan konstruktif dalam penyempurnaan Renstra, sehingga pembangunan RSUD Panyabungan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia,” katanya.
Reporter: Fadli Mustafid




Discussion about this post