Warga Desa Parbangunan dikejutkan suhu panas di lantai Masjid Al-Muhajirin. Pengamat Gunung Sorik Marapi menduga fenomena ini akibat korsleting listrik, bukan aktivitas geologi.
Panyabungan, StartNews – Masyarakat Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), digemparkan oleh fenomena anomali suhu panas yang muncul dari lantai dan tiang Masjid Al-Muhajirin dalam tiga hari terakhir.
Suhu panas yang tidak wajar tersebut terkonsentrasi di ruang salat wanita dengan diameter area terdampak mencapai sekitar satu meter, yang memicu kekhawatiran jamaah serta warga setempat.
Menanggapi fenomena tersebut, tim geologi dan pengamat teknis mulai melakukan analisis awal terhadap titik panas tersebut.
Pengamat Gunung Sorik Marapi, Aris Munandi, memberikan pandangannya terkait temuan di lapangan yang menunjukkan sumber panas tersebut memiliki cakupan yang terbatas dan spesifik pada satu titik saja.
Aris Munandi menjelaskan, berdasarkan pola yang ditemukan, kemungkinan besar penyebab panas tersebut bukanlah aktivitas vulkanik atau geotermal bawah tanah. Dia menekankan luasan area yang terdampak menjadi indikator kunci dalam menentukan sumber anomali suhu di bangunan permanen seperti masjid tersebut.
“Kalau menurut pengalaman, jika spot panas hanya luasan satu meter persegi itu biasanya akibat adanya short arde atau grounding listrik. Kaitan dengan aktivitas Sorik Marapi yang berada pada jarak 13 kilometer dari masjid, menurut saya, tidak relevan karena jaraknya yang relatif jauh,” ujar Aris Munandi saat memberikan keterangan teknis.
Sebelumnya diberitakan, sebagai langkah awal di lokasi, kepala desa bersama aparat desa dan Babinsa setempat telah melakukan pengecekan langsung untuk memastikan keamanan para jamaah yang masih beraktivitas di masjid.
Sementara Camat Panyabungan Miswar Husin Pulungan menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi lebih jauh dan memilih untuk menunggu hasil investigasi menyeluruh dari instansi berwenang.
Pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPBD, BMKG, dan PLN untuk menyisir kemungkinan adanya kebocoran arus listrik.
Dia menyatakan pihaknya tengah menunggu kehadiran petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan pengecekan secara teknis dan ilmiah pada Sabtu (4/4/2026).
Hingga saat ini, area terdampak di dalam masjid telah dipantau secara berkala guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pemerintah setempat mengimbau agar masyarakat Desa Parbangunan tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya, sembari menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim ahli yang sedang bekerja di lapangan.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post