• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 5, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

BALI

by Redaksi
Selasa, 11 April 2023
0 0
0
Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

Komunitas Petani Lele Tangguh (Pletan) di Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Gianyar, StartNews Walau sempat merusak tatanan ekonomi, tetapi pandemi Covid-19 tetap membawa hikmah. Paling tidak, hikmah itulah yang dirasakan oleh puluhan petani di Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali. Sektor pariwisata yang terpuruk memotivasi mereka untuk beralih ke budidaya ikan lele. Kesamaan ide dan tujuan ini melahirkan komunitas Petani Lele Tangguh atau disingkat Pletan.

Awalnya, komunitas Pletan ini hanya empat orang. Mereka memanfaatkan kembali kolam-kolam tambak udang yang tidak berproduksi lagi menjadi kolam-kolam budidaya ikan lele. Hasilnya, lumayan. Paling tidak sejak Oktober 2022 hingga Maret 2023, para pembudidaya lele ini sudah merasakan tiga kali hasil panen.

Ketut Purnama, anggota sekaligus pendiri Pletan, mengaku secara perlahan mulai beralih dari usaha pariwisata ke bisnis pertanian dan peternakan, termasuk budidaya lele. Menurut dia, bisnis pertanian dan peternakan realatif lebih kuat menghadapi perubahan situasi.

Besarnya potensi bisnis budidaya lele ini membuat petani yang bergabung menjadi anggota Pletan terus bertambah seiring perjalanan waktu. Kini sudah ada 25 petani yang mendeklarasikan diri sebagai anggota Petani Lele Tangguh (Pletan).

Para anggota Pletan ini tersebar di berbagai desa di Kecamatan Blahbatu. Mereka mempunyai kolam ikan lele masing-masing. Seperti Ketut Purnama yang menggarap puluhan kolam budidaya lele di Keramas.

Menurut Ketut, ceruk pasar lele di Provinsi Bali masih relatif besar. Provinsi yang menjadi destinasi wisata kelas dunia ini membutuhkan sekitar 12 ton lele setiap hari. Sementara para petani lele di Bali hanya mampu memenuhi 55 persen dari total kebutuhan tersebut. Sisanya, 45 persen kebutuhan lele di Bali masih didatangkan dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.

Jadi, kita masih punya peluang mengisi 45 persen pasar lele di Bali, ujar Ketut.

Untuk membangun budidaya lele tersebut, Pletan tidak mendapatkan bantuan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar. Mereka lebih condong swadaya dan saling gotong-royong membangun kolam-kolam lele lengkap dengan peralatannya.

Tanpa bantuan pemerintah, kami justru ingin menjadi pilot project-nya pemerintah. Biarlah kami yang nanti jadi acuan pemerintah dalam membudidayakan lele ini, kata Ketut.

Hingga saat ini, para petani anggota Pletan belum menemui kendala signifikan dalam berternak ikan lele. Menurut Ketut, sejauh ini ketersediaan bibit dan pakan lele masih lancar.

Mereka mendapat pinjaman dana melalui e-Fishery untuk membeli pakan dari distributor dengan sistem cicilan per bulan. Plafon pinjaman melalui e-Fishery ini mencapai Rp2,5 miliar.

Sebagai petani lele yang masih relatif belia, Ketut menyadari komunitasnya masih harus banyak belajar dari para petani lele di daerah lain. Terutama dalam meningkatkan kualitas dan mengembangkan distribusi hasil panen lele.

Itu sebabnya, mereka tak segan-segan mengeluarkan biaya untuk studi tiru ke pusat budidaya lele di Kediri, Jawa Timur.

Budidaya ikan lele menjadi salah satu solusi bagi ketahanan pangan masyarakat. Upaya menciptakan ketahanan pangan bertujuan menjamin ketersediaan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu dengan gizi seimbang, baik pada tingkat nasional, daerah hingga rumah tangga secara mandiri.

Reporter: Sir

Tags: BaliBudidaya LeleCeruk Pasar. Ikan LelePetani LelePletan
ShareTweet
Next Post
Gowes Sepeda Sambil Menikmati Keindahan Sawah Berundak Desa Jatiluih

Gowes Sepeda Sambil Menikmati Keindahan Sawah Berundak Desa Jatiluih

Discussion about this post

Recommended

Epistemologi Kebangsaan: Membaca Sumpah Pemuda lewat Pendidikan

Epistemologi Kebangsaan: Membaca Sumpah Pemuda lewat Pendidikan

5 bulan ago
Gedung Baru RSUD Panyabungan Bersiap Ditempati

Gedung Baru RSUD Panyabungan Bersiap Ditempati

11 bulan ago

Popular News

  • Beredar Surat Permintaan Mutasi PNS dari Disdik Madina, Kepala BKPSDM: Itu Hoaks

    Kepala BKPSDM Madina Ungkap Alasan Dua Kadis dan Satu Kaban Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Nama 59 Pejabat yang Dilantik Bupati Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • VIDEO: Setelah di Langit Sumut, Hari Ini Pesawat Tempur F-16 Bikin Geger Warga Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Ini Gunung Sorik Marapi 16 Kali Gempa Vulkanik, Masyarakat Diminta Waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • VIDEO: Warga Desa Parbangunan Geger, Lantai Masjid Al-Muhajirin Keluarkan Hawa Panas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025