BPBD Madina menyiapkan 30.000 masker dan membentuk tim mitigasi untuk menghadapi kabut asap kiriman dari Riau, meski wilayah Madina saat ini terpantau nihil titik api.
Panyabungan, StartNews – Kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa hari terakhir dipastikan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Pekanbaru, Riau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina Mukhsin Nasution memastikan fenomena ini murni akibat kebakaran lahan dari provinsi tetangga dan bukan berasal dari aktivitas vulkanik gunung berapi seperti Krakatau atau Sinabung.
Fakta itu didapatkan setelah BPBD Madina berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Aek Godang.
Mukhsin mengatakan wilayah Kabupaten Madina hingga saat ini berstatus bersih dari titik api.
“Sesuai dengan informasi dari BMKG bahwa kabut asap yang ada di Madina pada khususnya dan pada umumnya di Sumatera Utara, itu bukan dampak dari vulkanik ataupun gunung api. Itu asli dari Karhutla. Kalau sampai hari ini belum ada hotspot, belum ada titik api di seluruh Kabupaten Mandailing Natal,” tegas Mukhsin.
Meski kabut asap telah menyebar ke hampir seluruh kecamatan dengan tingkat ketebalan yang bervariasi, jarak pandang pengguna jalan terpantau masih dalam kategori aman.
BPBD bersama Dinas Kesehatan setempat juga belum menerima laporan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan asap tersebut.
Sebagai langkah antisipasi dini terhadap ancaman fenomena El Nino yang diprediksi BMKG masih berlangsung hingga akhir September, BPBD Madina menyiapkan 30.000 lembar masker untuk didistribusikan kepada masyarakat jika situasi memburuk.
Koordinasi lintas sektoral dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pemadam Kebakaran juga telah dilakukan guna membentuk tim mitigasi khusus.
Dia mengimbau masyarakat tetap waspada. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan membatasi mobilitas terbuka demi mencegah dampak buruk jika intensitas kabut asap sewaktu-waktu menebal.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post