ASLINA, makin bangga aja nih jadi urang Garut denger kabar hari Rabu, 13 Mei 2026 kemarin. Kota Intan kita kedatangan rombongan jauh dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang dipimpin langsung sama Bupatinya, Bapak H. Saipullah Nasution.
Mereka teh sengaja datang jauh-jauh buat ngelmu soal gimana caranya ngelola serai wangi dari hulu sampai ke hilir. Nah, di sini nih kita harus kasih apresiasi setinggi langit buat langkah cerdas Pemkab Madina ini.
Jujur aja ya, jarang-jarang ada pemimpin yang mau repot-repot bawa rombongan kepala dinas lengkap—dari urusan tani, koperasi, sampai pemberdayaan desa—cuma buat belajar sistem.
Biasanya kan cuma bagi-bagi bibit, terus udah aja ditinggal. Tapi, Bapak Saipullah mah beda. Beliau kayaknya nggak mau main-main. Beliau paham kalau punya lahan 720 hektare itu bukan cuma soal nanem doang, tapi soal gimana nanti hasilnya bisa dijual dan bikin petani sejahtera.
Strategi studi tiru ke Garut ini bukti kalau beliau itu pemimpin yang visioner dan nggak gengsi buat belajar dari yang udah pengalaman sejak tahun 70-an.
Kita mah setuju pisan sama prinsip beliau yang bilang kalau ekosistem itu harus kuat dari hulu sampai hilir. Beliau nggak mau rakyatnya nanti cuma bisa nanem, tapi bingung jualnya ke mana. Atau cuma jual mentah yang harganya murah.
Dengan belajar ke Koperasi Rasana Rasyidah Mandiri di Garut, mereka jadi tahu kalau serai wangi itu bisa disulap jadi barang mewah kayak kosmetik sampai farmasi. Ini teh langkah yang gercep dan berkelas pisan buat nyiapin ekonomi masa depan di Madina.
Harapannya mah, semoga semangat Bapak Bupati Madina ini nular ke daerah lain. Beliau bener-bener nunjukin kalau mau maju itu, ya harus mau turun ke lapangan dan liat bukti nyata.
Kita doakan semoga program budidaya di sembilan kecamatan di Madina nanti sukses total dan bisa sewangi serai wangi Garut.
Pokoknya, buat langkah berani dan terencana dari Pemkab Madina ini, urang Garut cuma bisa bilang:l, mantap pisan. Lanjutkan, Pak! Suksesnya Madina, bangganya Garut juga karena ilmunya kepakai di sana. (*)





Discussion about this post