• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan

by Redaksi
Jumat, 8 Mei 2026
0 0
0
Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan
ADVERTISEMENT

Tukin dan Serdos STAIN Madina terancam tak cair selama 9 bulan akibat salah perencanaan anggaran internal. Simak pengakuan pimpinan dan penyebab teknisnya di sini.

Panyabungan, StartNews – Kegelisahan melanda para dosen di lingkungan STAIN Mandailing Natal (Madin) setelah diketahui tunjangan kinerja (Tukin) dan sertifikasi dosen (Serdos) terancam tidak dapat dicairkan selama sembilan bulan, terhitung April hingga Desember 2026.

Persoalan itu bukan dipicu kebijakan pemotongan anggaran dari pusat, melainkan akibat kesalahan dalam perencanaan anggaran belanja pegawai di internal kampus.

Masalah itu terungkap setelah adanya perbedaan akun penggajian antara dosen dan tenaga kependidikan (Tendik). Akun Tendik tetap memiliki ketersediaan anggaran, sehingga Tukin mereka tetap cair normal.

Sebaliknya, pada akun dosen terjadi kekurangan pagu anggaran yang menyebabkan Tukin dan Serdos tidak dapat dibayarkan sesuai jadwal. Situasi ini memunculkan ironi. Dalam satu institusi, dua kelompok pegawai mengalami nasib yang berbeda akibat kesalahan administratif.

Pelaksana Tugas Ketua kampus, Dr. Irma Suryani Siregar, mengakui beratnya persoalan yang dihadapi. Dalam pernyataannya, dia menggambarkan tekanan psikologis yang dirasakan pimpinan akibat kondisi tersebut.

“Saya hanya bisa berkeluh kesah dan menangis melihat kondisi ini. Ini murni akibat salah perencanaan yang berujung pada pelanggaran administratif,” ujarnya.

Penjelasan teknis disampaikan jug oleh bagian perencanaan keuangan, Misrayanti. Dia menyebut penyusunan anggaran tahun 2026 ternyata menggunakan acuan data anggaran tahun 2024. Padahal, dalam prinsip perencanaan anggaran, data tahun terakhir menjadi dasar untuk menghitung kebutuhan riil tahun berikutnya.

Pengakuan yang lebih tegas datang dari bendahara pengeluaran, Minah.

“Karena anggaran yang dijadikan acuan untuk 2026 adalah anggaran 2024, bukan 2025, maka anggarannya tidak tertampung. Tidak cukup untuk pembayaran Tukin dan Serdos,” katanya.

Pernyataan itu memperjelas persoalan terjadi akibat kesalahan kalkulasi internal, bukan faktor eksternal.

Akibat kekeliruan tersebut, dosen harus menghadapi kenyataan pahit bahwa hak finansial mereka berpotensi tidak diterima selama sembilan bulan.

Tukin dan Serdos yang selama ini menjadi bagian penting dari kesejahteraan dosen mendadak tersendat, karena kekeliruan yang sebenarnya bisa dihindari melalui verifikasi dan validasi perencanaan yang lebih cermat.

Sejumlah dosen mulai mempertanyakan bagaimana mungkin perencanaan anggaran bisa menggunakan data dua tahun sebelumnya tanpa pembaruan.

Mereka menilai lemahnya sistem kontrol dalam proses penyusunan anggaran telah menyebabkan dampak yang serius dan langsung dirasakan oleh dosen sebagai pihak yang paling terdampak.

Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang betapa pentingnya ketelitian dalam perencanaan keuangan lembaga pendidikan.

Perbedaan akun penggajian yang semula bersifat teknis, kini justru memperlihatkan ketimpangan akibat kesalahan perencanaan.

Di satu sisi Tendik tetap menerima haknya, di sisi lain dosen harus menanggung konsekuensi kekeliruan administratif yang kini diakui secara terbuka oleh pengelola anggaran.

Reporter: Rls

Tags: Perencanaan AnggaranSerdosSTAIN MadinaTak CairTukin
ShareTweet
Next Post
Jika Jalur Pastap Julu-Sigantang Dibuka, Jarak Tempuh Madina-Pasbar Berkurang 70 Km

Jika Jalur Pastap Julu-Sigantang Dibuka, Jarak Tempuh Madina-Pasbar Berkurang 70 Km

Discussion about this post

Recommended

Setelah Karnaval, Pemkab Madina Gelar Lomba Devile

Setelah Karnaval, Pemkab Madina Gelar Lomba Devile

3 tahun ago
Ratusan Siswa SDN 193 Kotanopan Menggambar Pahlawan

Ratusan Siswa SDN 193 Kotanopan Menggambar Pahlawan

4 tahun ago

Popular News

  • Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok, Water Salute Tandai Penerbangan Perdana Wings Air Kualanamu (KNO) – Madina (JHN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkembangan Kasus Smart Village, Jaksa Kembali Periksa Sejumlah Kades

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen Pol. Sonny Irawan Dimutasi dari Jabatan Wakapolda Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026