• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Juli 14, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Wabup Atika Tabur Benih Ikan di Lubuk Larangan Desa Lumban Dolok

by Redaksi
Kamis, 2 Juli 2026
0 0
0
Wabup Atika Tabur Benih Ikan di Lubuk Larangan Desa Lumban Dolok

Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution melepaskan ribuan benih ikan di lubuk larangan Aek Katong, Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Rabu (1/7/2026). (FOTO: DISKOMINFO)

ADVERTISEMENT

Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution menabur ribuan benih ikan di Desa Lumban Dolok. Tradisi lubuk larangan menjadi bukti pelestarian ekosistem yang dibalut kearifan lokal dan solidaritas sosial.

Siabu, StartNews – Aliran sungai Aek Katong di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) menjadi titik bertemunya kepedulian lingkungan dan kearifan lokal pada Rabu (1/7/2026) kemarin. Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution turun langsung ke perairan sungai untuk menabur ribuan benih ikan sebagai bagian dari upaya merawat tradisi turun-temurun bernama lubuk larangan.

Atika yang didampingi sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, dan warga setempat melepaskan bibit ikan mas, ikan nila, dan ikan jurung ke habitat aslinya. Sebanyak 1.500 ekor benih ikan dibiarkan berenang bebas di perairan tersebut. Ikan-ikan ini nantinya dijaga oleh alam dan masyarakat setempat hingga tiba masa panen pada saat pembukaan lubuk larangan.

Kehadiran orang nomor dua di Pemkab Madina ini merupakan bentuk dukungan terhadap cara masyarakat adat menjaga kelestarian alamnya. Atika menyadari kearifan lokal ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam.

Menurut dia, keberadaan lubuk larangan menjadi wahana yang efektif dalam menjaga ekosistem dan pelestarian ikan, khususnya spesies endemik daerah.

“Kehadiran pemerintah daerah hanya memenuhi undangan panitia lubuk larangan untuk melakukan penaburan bibit ikan,” ungkap Atika merendah saat membaur bersama warga di tengah aliran sungai.

Wabup Atika dan masyarakat lebur dalam tradisi makan bersama setelah prosesi penaburan benih selesai. (FOTO: DISKOMINFO)

Lubuk larangan sejatinya lebih dari sekadar urusan menjaga ekologi sungai. Tradisi ini merupakan hukum adat yang mengatur larangan menangkap ikan di wilayah sungai tertentu sampai batas waktu yang telah disepakati oleh panitia desa.

Menariknya, tradisi ini memiliki dimensi sosial yang tinggi. Ketika lubuk larangan tersebut dibuka, hasil penjualan tiket untuk menangkap ikan tidak dinikmati secara pribadi, melainkan diserahkan kepada panitia untuk menyantuni anak-anak yatim di desa setempat.

Nilai kebersamaan dan kesetaraan dalam tradisi ini tidak berhenti di tepi sungai. Wabup Atika dan masyarakat lebur dalam tradisi makan bersama setelah prosesi penaburan benih selesai.

Duduk lesehan beralaskan tikar, Atika beserta rombongan dan warga menikmati hidangan lauk-pauk berkuah yang disajikan memanjang di atas hamparan daun pisang.

Suasana kekeluargaan semakin kental dengan sajian buah durian yang dinikmati bersama, merepresentasikan kuatnya ikatan sosial dan budaya gotong-royong masyarakat Mandailing.

Melihat tingginya nilai ekologis dan sosial yang terkandung di dalamnya, Atika mendorong masyarakat untuk terus menginisiasi dan menjaga keberlanjutan kearifan lokal itu di berbagai wilayah lainnya. Dia tidak ingin budaya yang penuh kebaikan alam dan manusia ini pudar ditelan zaman.

“Kegiatan ini dapat terus berlanjut kedepan. Jangan hanya sebatas seremonial, tetapi tradisi lubuk larangan ini harus terus dilestarikan,” kata Atika.

Dia berharap kelestarian sungai dan kesejahteraan sosial di Madina dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Reporter: Sir

Tags: BenihDesa Lumban DolokIkanLubuk LaranganTaburWabup Atika
ShareTweet
Next Post
Bongkar Kasus Korupsi dan Satwa, 9 Polisi Sidimpuan Diganjar Penghargaan

Bongkar Kasus Korupsi dan Satwa, 9 Polisi Sidimpuan Diganjar Penghargaan

Discussion about this post

Recommended

Sukhairi Tinjau Proses Penyembelihan Hewan Kurban Sumbangan Pemkab Madina

Sukhairi Tinjau Proses Penyembelihan Hewan Kurban Sumbangan Pemkab Madina

4 tahun ago
Basara Dukung Kapoldasu Baru Tuntaskan Kasus Tragedi Gas Beracun PT SMGP

Basara Dukung Kapoldasu Baru Tuntaskan Kasus Tragedi Gas Beracun PT SMGP

5 tahun ago

Popular News

  • Keuangan Madina Oleng, Bupati Sebut Anggaran PPPK 2026 Kuras Kas Daerah

    Keuangan Madina Oleng, Bupati Sebut Anggaran PPPK 2026 Kuras Kas Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seleksi Terbuka JPTP dan Aroma Tak Sedap di Akar Birokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Sumut Audit Stadion HM Nurdin Padangsidimpuan Jelang Konser Bulls Motion

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026