TP PKK Madina mengikuti bimtek penguatan kapasitas di Medan sekaligus bersiap mengadopsi aplikasi SIPANDA untuk modernisasi digital dan tertib administrasi hingga tingkat desa.
Medan, StartNews — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan memodernisasi sistem kerja organisasi melalui adopsi teknologi digital. Hal ini ditandai dengan keikutsertaan Ketua TP PKK Madina Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution beserta jajaran pengurus dalam bimbingan teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Pengurus serta Kader PKK se-Sumatera Utara di Hotel Grand Aston, Medan pada 21-23 Juli 2026.
Bimtek tiga hari itu berfokus pada pengenalan aplikasi Sistem Informasi Pelaporan dan Data (SIPANDA). Inovasi berbasis digital yang diluncurkan oleh TP PKK Sumut ini dirancang untuk memangkas jalur birokrasi pelaporan serta menerapkan sistem kerja tanpa kertas (paperless) dari tingkat kabupaten hingga kelompok Dasawisma di desa.
Ketua TP PKK Sumut Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution mengatakan penguatan kapasitas kader harus berjalan seiring dengan modernisasi administrasi agar pelaksanaan program kerja di daerah makin efektif dan akuntabel.
“Harapan terlaksananya bimtek ini, ilmu yang diberikan oleh narasumber dapat diserap sebanyak-banyaknya oleh seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi wadah memperkaya wawasan sekaligus membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKK di daerah masing-masing,” ujar Kahiyang.
Kebutuhan digitalisasi dan penguatan kapasitas kader ini dinilai mendesak mengingat besarnya cakupan wilayah operasional PKK.
Narasumber dari Direktorat Fasilitasi Lembaga Kemasyarakatan dan Adat Desa, Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kemendagri, Nitta Rosalin, mengatakan PKK merupakan jaringan gerakan sosial terbesar di Indonesia.
“Saat ini terdapat 91.600 lembaga TP PKK, 2,079 juta kelompok PKK, dan 6,364 juta kader PKK di seluruh Indonesia. PKK menjadi satu-satunya organisasi kemasyarakatan yang memiliki jangkauan paling masif hingga ke tingkat unit keluarga terkecil,” ungkap Nitta.
Dengan keikutsertaan pengurus inti TP PKK Madina, hasil pelatihan digitalisasi pelaporan ini akan segera diterapkan di Madina. Teknologi SIPANDA diharapkan mampu mengakselerasi pendataan keluarga dan mempercepat realisasi program-program kesejahteraan masyarakat di Bumi Gordang Sambilan.
Reporter: Sir





Discussion about this post