Keseruan anak-anak Desa Simangambat TB mengikuti program Witapermainur. Langkah inovatif melestarikan permainan tradisional dan mencegah kecanduan bermain handphone (Hape).
Tambangan, StartNews – Tawa lepas dan keceriaan mewarnai halaman Kantor Kepala Desa Simangambat Tambangan, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina), Minggu (2/8/2026) pagi. Puluhan anak berkumpul bukan untuk menatap layar handphnone (Hape), melainkan mereka larut dalam serunya kegiatan Wisata Permainan Leluhur (Witapermainur) yang digelar secara meriah oleh pemerintah desa setempat dengan menggandeng kader kesehatan dan ibu-ibu PKK.
Kegiatan yang telah berjalan konsisten selama dua tahun terakhir di wilayah Kecamatan Tambangan ini terbukti sukses menjadi magnet bagi anak-anak untuk sejenak melupakan dunia maya. Mereka diajak kembali bergerak, berinteraksi langsung, dan merasakan keseruan bermain bersama teman sebaya layaknya anak-anak pada masa lalu.
Kepala Desa Simangambat Tambangan Ahmad Rasyid Nasution mengatakan inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap perkembangan generasi muda di tengah pesatnya gempuran teknologi.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk melestarikan permainan tradisional sekaligus mempererat kebersamaan antar-warga. Melalui permainan leluhur, anak-anak diajak mengenal budaya lokal, membangun kerja sama, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam suasana yang penuh keceriaan. Mari lestarikan budaya, ciptakan generasi yang sehat, aktif, dan cinta tradisi,” ungkap Ahmad Rasyid Nasution.

Pemandangan menarik terlihat di salah satu sudut ruangan. Anak-anak perempuan tampak asyik beradu ketangkasan dan strategi memindahkan biji-biji plastik di atas papan congklak berwarna cerah. Interaksi hangat tanpa sekat layar digital ini menjadi salah satu esensi utama program tersebut.
Selain permainan yang mengasah otak dan motorik halus, anak-anak juga diajak melakukan aktivitas fisik bersama. Di dalam ruangan balai, mereka berbaris rapi dan antusias mengikuti gerakan senam ringan yang dipandu oleh panitia. Kegembiraan terpancar dari wajah-wajah polos yang saling bercanda dan bergerak seirama, membuktikan bahwa bersosialisasi secara langsung jauh lebih menyenangkan daripada mengurung diri di rumah.
Keseriusan Pemerintah Desa Simangambat TB tidak hanya berhenti pada upaya pelestarian budaya dan pembentukan karakter. Aspek kesehatan fisik anak-anak pun mendapat perhatian khusus. Di sela-sela waktu bermain, ibu-ibu PKK dan kader kesehatan membagikan makanan tambahan bergizi yang terbuat dari bahan dasar lokal. Langkah ini merupakan bentuk sinergi yang apik antara pelestarian tradisi dan upaya menjaga tumbuh kembang serta gizi anak-anak desa.

Anak-anak tampak begitu gembira saat menerima dan menyantap kudapan bergizi tersebut. Mereka bahkan dengan bangga mengangkat gelas-gelas berisi makanan tambahan bernuansa hijau itu secara serentak ke udara, sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur atas kegiatan yang menyenangkan sekaligus mengenyangkan di hari libur mereka.
Dampak positif dari konsistensi program Witapermainur ini pun menuai pujian dari para petinggi daerah. Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengapresiasi komitmen para kepala desa di Kecamatan Tambangan yang tak lelah menggalakkan permainan tradisional. Menurut dia, inovasi ini ampuh merangsang kreativitas anak untuk menciptakan mainan baru sekaligus membentengi mereka dari ketergantungan gawai.
Bupati pun secara tegas mengimbau para camat dan kepala desa di wilayah lain untuk segera mengadopsi program Witapermainur agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Dukungan serupa juga ditekankan oleh Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution. Dia menilai pembatasan penggunaan gadget dan pemberlakuan jam malam yang disepakati di Kecamatan Tambangan merupakan langkah penting untuk mencegah degradasi moral.
Akses internet tanpa batas dan tanpa filter berisiko merusak mental anak-anak jika tidak diimbangi dengan kegiatan positif di dunia nyata.
Atika berharap program ini terus mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar anak-anak tidak buta teknologi, tetapi tetap memiliki akar budaya, moral yang terjaga, dan karakter yang kuat.
Reporter: Sir




Discussion about this post