• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Tersisa Waktu 4 Bulan Lagi, Rp 35,4 Triliun APBD se-Sumut Masih Mengendap di Bank

by Redaksi
Kamis, 25 Agustus 2022
0 0
0
UIN Sumut Nobatkan Edy Rahmayadi sebagai Tokoh Moderasi Umat Beragama

Gubernur Sumut Edy Rahmyadi. (FOTO: DISKOMINFO SUMUT)

ADVERTISEMENT

Medan, StartNews Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyatakan sebanyak Rp 35,4 triliun Anggaran Pendpatan dan Belanja Daerah (APBD) se-Sumut masih mengendap di bank. Itu sebabnya, dia mendesak pemerintah kabupaten/kota se-Sumut segera mempercepat penyerapan APBD di daerah masing-masing.

Edy Rahmayadi mengungkapkan hal itu dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Penyerapan Anggaran, PMK, dan Narkoba di Medan, Kamis (25/8/2022).

Edy membeberkan, dana yang mengendap di bank tersebut terdiri dari dana APBD Pemerintah Provinsi Sumut sebesar Rp 7,4 triliun dan APBD kabupaten/kota sebesar Rp 28 triliun. Untuk itu, Edy meminta hal ini segera dievaluasi, mengingat masa anggaran tahun ini tersisa empat bulan lagi.

“Kita perlu evaluasi ini. Negara kita tidak sedang baik-baik saja. Maka saya mengumpulkan para OPD, bupati, wali kota se-Sumut dan seluruh Forkopimda di sini. Ini perlu menjadi perhatian kita,” katanya.

Edy mengatakan pihaknya sudah menyurati pemerintah kabupaten/kota pada 2 Juni 2022 untuk mempercepat realisasi APBD guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Sumut. Kemudian melakukan realokasi, refocusing, pemberian bibit, bantuan saprodi, dan pelatihan bagi pelaku ekonomi.

Namun, hingga 3 Agustus 2022, serapan APBD di Sumut masih sangat rendah dan belum mencapai 50 persen. Bahkan, masih ada kabupaten yang serapan anggarannya di bawah 30 persen.

Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, penyerapan APBD paling rendah ada di Nias Barat dengan 25 persen, disusul Padang Lawas 29 persen, Padangsidempuan 30 persen, dan Nias sebesar 31 persen.

Sedangkan kabupaten/kota dengan serapan anggaran tertinggi, Tapanuli Tengah sebesar 49 persen, Asahan 46 persen, Gunung Sitoli sebesar 45 persen, dan Kabupaten Serdang Bedagai sebesar 44 persen. Sementara Pemprov Sumut, serapan anggaran sebesar 41 persen.

Reporter: Sir

Tags: APBDEdy RahmayadiGubernur SumutPenyerapan Anggaran
ShareTweet
Next Post
Inflasi Kota Padangsidempuan Capai 7,15 Persen

Inflasi Kota Padangsidempuan Capai 7,15 Persen

Discussion about this post

Recommended

Bupati Hadiri Pelantikan PD IGRA Madina Periode 2020-2025

6 tahun ago
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Buya Syafii Maarif Wafat

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Buya Syafii Maarif Wafat

4 tahun ago

Popular News

  • Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan

    Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dr. Mara Samin Lubis Dilantik Jadi Ketua STAIN Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Update Nama-nama Korban Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sopir Asal Bekasi Meninggal Dunia di Loket Bus ALS Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026