Orangtua siswa berprestasi SMAN 3 Panyabungan kaget setelah anaknya dikeluarkan dari sekolah secara sepihak melalui pesan WhatsApp tanpa alasan yang jelas.
Panyabungan, StartNews – Keberlanjutan masa depan pendidikan Azkyal Fikri, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Panyabungan yang berprestasi di bidang pencak silat, mendadak berada di ujung tanduk. Alih-alih mendapatkan pembinaan atau komunikasi formal, orangtua siswa tersebut justru dikejutkan dengan pemberitahuan pengeluaran anaknya dari sekolah yang disampaikan secara sepihak melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp oleh seorang guru honorer.
Orangtua siswa, Rahmad Hidayat, mengaku terpukul dan kebingungan atas tindakan yang dinilai tidak prosedural tersebut. Berbekal pesan singkat itu, Rahmad langsung mendatangi pihak sekolah untuk meminta klarifikasi terkait dasar hukum dan alasan di balik keputusan pemberhentian anaknya yang merupakan peraih prestasi dalam kejuaraan pencak silat antar-provinsi.
Kendati demikian, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan. Rahmad menyebutkan guru honorer yang bersangkutan berdalih keputusan tersebut sudah final dan mengklaim telah mengantongi persetujuan dari kepala sekolah.
Situasi itu justru melahirkan tanda tanya, lantaran sang kepala sekolah diduga tidak mengetahui secara pasti proses penerbitan kebijakan kontroversial tersebut.
“Benar, guru itu mengirimkan pesan WhatsApp yang menyatakan anak saya dikeluarkan dari sekolah. Kami kemudian menemui pihak sekolah untuk mempertanyakan alasannya. Namun, guru itu mengaku keputusannya tidak bisa diganggu gugat dan bahkan menyebut sudah mendapat persetujuan kepala sekolah,” ungkap Rahmad Hidayat.
Sebagai orangtua, Rahmad menyayangkan cara penanganan pihak sekolah yang mencederai prinsip perlindungan anak dan hak atas pendidikan. Menurut dia, persoalan administratif maupun kedisiplinan pelajar semestinya diselesaikan melalui mekanisme musyawarah yang transparan, bukan melalui saluran pesan digital yang rentan memicu kesalahpahaman.
Dia berharap Dinas Pendidikan turun tangan meninjau ulang kebijakan tersebut dengan tetap mengedepankan masa depan anak.
“Di tengah situasi ini, prestasi yang diraih anak saya dalam kejuaraan pencak silat antar-provinsi menjadi bukti bahwa dia masih memiliki potensi untuk berkembang dan berkontribusi secara positif melalui jalur olahraga,” tuturnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SMAN 3 Panyabungan belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi dan permintaan klarifikasi yang dikirimkan StarNews kepada wali kelas berinisial RA melalui pesan WhatsApp belum direspon.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post