Panyabungan, StartNews Komisaris Utama PT Surya Madina Bisnis HM Jakfar Sukhari Nasution menegaskan kelahiran kembali (reborn) media online Madina Bisnis tidak bermuatan tendensi politik seperti isu yang beredar luas di kalangan masyarakat, khususnya di Kecamatan Panyabungan yang menjadi lokasi kantor media ini.
Saya tegaskan, tidak ada tendensi politik. Ini pure (murni) media yang memberitakan persoalan-persoalan bisnis, khusunya di Mandailing Natal, tegas Sukhairi saat memberi sambutan pada acara grand launcing Madina Bisnis di kantor media ini, Jalan Willem Iskandar No. 115 Pasar Jongjong, Panyabungan, Minggu (25/5/2025).
Grand launcing itu dihadiri Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution, Plh. Sekda Madina Sahnan Pasaribu, Ketua DPC PKB Madina Khoiruddin Faslah Siregar, Ketua PWI Madina Ridwan Lubis, perwakilan Kapolres Madian, Kadin Madina, dan undangan lainnya.
Sukhairi menepis tudingan pengaktifan kembali media Madina Bisnis sebagai alat politik setelah tidak menjabat bupati Madina. Dia mengungkapkan Madina Bisnis sudah mengudara lewat jaringan internet pada 2019. Namun, lantaran keterbatasan SDM dan hal lainnya, media online ini vakum dan kini dihidupkan kembali.
Baru spanduk grand launching saja yang dipajang, sudah banyak orang yang menyebut media ini nantinya menjadi alat politik. Itu tidak benar. Media ini murni untuk meng-endorse kegiatan-kegiatan bsinis, terutama UKM. Semacam perusahaan jasa untuk mempromosikan bisnis UKM, tutur Sukhairi.
Untuk itu, Sukhairi meminta Pemkab Madina mendukung Madina Bisnis untuk membantu promosi kegiatan-kegiatan bisnis, khususnya UKM, di Madina agar lebih berkembang pada masa mendatang. Sebaliknya, kata dia, secara tidak langsung kehadiran portal berita bisnis ini membantu Pemkab Madina dalam memajukan sektor bisnis UKM.
Kami berharap Madina Bisnis dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha di Madina, kata Sukhairi.
Sementara Bupati Madina H. Saipullah Nasution yang dimintai arahan menyebutkan Madina Bisnis tidak bisa dilepaskan dari politik, karena media termasuk geopolitik. Bisnis itu haru berpolitik, ya politik dagang yang positif, karena persaingan ada dalam bisnis, tutur Saipullah.
Saipullah mengatakan Pemkab Madina siap mendukung kehadiran media di kabupaten ini untuk membantu pemerintah dalam menyebarkan informasi yang positif guna percepatan pembangunan daerah.
Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah harus mendapat dukungan dari semua pihak, terutama media sebagai alat penyampai informasi kepada masyarakat, katanya.
Meski demikian, Saipullah mengingatkan kegiatan jurnalistik harus mematuhi undang-undang yang mengaturnya seperti Undang-Undang Pokok Pers, Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang ITE, Undang-Undang Keterbukaan Informasi, dan KUHP.
Untuk diketahui, Madina Bisnis beroperasi di bawah badan hukum PT Surya Madina Bisnis. Di perusahaan ini, HM Jakfar Sukhairi Nasution sebagai komisaris utama, Miswaruddin Daulay sebagai wakil komisaris utama, Mohammad Yakub (Moya) sebagi direktur utama, Birje ebagai wakil direktur utama bidang SDM dan pemasaran, dan Daffa sebagai wakil direktur utama bidang keuangan.
Reporter: Sir





Discussion about this post