Mobil pengantar sabu lintas provinsi tercegat di Tapsel. Polres Tapsel masih memburu pemesan di Padangsidimpuan.
Tapsel, StartNews – Jalur lintas peredaran narkoba yang melintasi di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali memakan korban para kurir antar-daerah setelah jajaran kepolisian menghentikan laju minibus di kawasan Desa Simirik.
Satuan Reserse Narkoba Polres Tapsel menggagalkan penyelundupan sabu jaringan lintas kabupaten dan provinsi yang bergerak dari Kota Tanjungbalai menuju Kota Padangsidimpuan, Jumat (24/7/2026) pagi.
Aksi penghadangan di depan SPBU Desa Simirik, Kecamatan Angkola Timur, tersebut berawal dari aduan masyarakat yang mencurigai pergerakan minibus berwarna hitam saat melintas di jalur utama.
Dalam penindakan itu, polisi mengamankan empat pria berinisial SA, ASS, AHAD, dan AR yang berasal dari daerah berbeda, mulai dari Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Rokan Hilir, Riau hingga Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Pemeriksaan di kabin kendaraan membuahkan hasil ketika polisi menemukan barang bukti yang disembunyikan persis di dekat tuas rem tangan, di antara kursi pengemudi dan penumpang depan.
Polisi menyita barang bukti sabu seberat 82,45 gram, 38 butir pil ekstasi bermotif kepala singa, satu mobil Toyota Calya, sejumlah telepon genggam, serta alat hisap.
Kasat Narkoba Polres Tapsel AKP Philip Antonio Purba mengatakan pengiriman barang haram itu merupakan pesanan seseorang di Padangsidimpuan yang diantar langsung menggunakan jalur darat.
“Setelah menerima informasi, personel kita langsung melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar Desa Simirik. Saat kendaraan yang dicurigai melintas, petugas melakukan penyetopan dan pemeriksaan,” ujar AKP Philip.
Hasil penelusuran awal mengungkap pembagian peran para pelaku yang terbilang terencana. Sang pengemudi dijanjikan imbalan uang tunai jika barang sampai ke tujuan. Sementara dua pelaku lainnya bertugas mengawal perjalanan.
“Identitas pemesan masih kami dalami. Begitu juga dengan dugaan asal barang, tujuan pengiriman, calon penerima, serta jaringan yang terlibat dalam peredaran narkoba ini. Fokus kami tidak hanya pada barang bukti yang diamankan, tetapi juga menelusuri jaringan di balik peredaran ini,” tegas AKP Philip.
Dia mengimbau warga proaktif membocorkan informasi aktivitas mencurigakan demi mempersempit ruang gerak sindikat narkotika di Tapanuli Selatan.
“Hanya tiga tempat untuk pelaku penyalahgunaan narkotika, yakni penjara, rumah sakit, atau kuburan,” tandas Kasat Narkoba.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post