• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Petaka Dini Hari di Padang Sanggar, Tersisa Abu di Penghujung Usia

by Redaksi
Rabu, 27 Mei 2026
0 0
0
Petaka Dini Hari di Padang Sanggar, Tersisa Abu di Penghujung Usia

Kobaran api melahap rumah dua lantai milik pensiunan PNS di Desa Padang Sanggar, Kecamatan Tambangan, Madina, Rabu (27/5/2026) dini hari. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Tragedi kebakaran dini hari menghanguskan rumah pensiunan PNS di Desa Padang Sanggar. Kisah pilu Kakek Muklan dan istrinya yang selamat berkat kepedulian warga serta kesigapan aparat setempat di tengah kerugian ratusan juta rupiah.

Tambangan, StartNews – Ketenangan malam di Desa Padang Sanggar, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) mendadak pecah ketika kobaran api melahap habis rumah dua lantai milik seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berusia 84 tahun, Muklan Lubis, Rabu (27/5/2026) dini hari.

Tepat pada pukul 02.30 WIB, di saat sebagian besar warga sedang terlelap, Si Jago Merah tanpa ampun merambat cepat dari lantai bawah yang berdinding semi-permanen hingga menghanguskan seluruh konstruksi kayu di lantai dua.

Di dalam rumah tersebut, Muklan tidak sendirian. Dia tinggal bersama sang istri, Sangkot, yang berusia 76 tahun, dan cucu mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Fahruddin, yang baru menginjak usia 12 tahun.

Kengerian terbangun di tengah kepungan asap dan api meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi Sangkot. Perempuan lanjut usia yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu sempat jatuh pingsan dan tak sadarkan diri akibat syok hebat melihat tempat bernaungnya selama puluhan tahun musnah seketika.

Dalam sekejap mata, kenangan dan harta benda yang dikumpulkan seumur hidup berubah menjadi arang. Kerugian material ditaksir mencapai dua ratus juta rupiah. Seluruh perabotan, pakaian, hingga dokumen dan surat-surat penting milik keluarga Muklan tidak dapat diselamatkan.

Dari amukan api yang begitu besar, warga yang berhamburan menolong hanya mampu menyelamatkan satu unit kursi tamu, sebuah televisi, dan satu buah kipas angin.

Camat Tambangan Bahren Daulay menjenguk korban, Sangkot, di rumah anaknya. (FOTO: ISTIMEWA)

Meski tragedi ini menyisakan duka yang mendalam, malam kelam di Padang Sanggar itu juga menjadi saksi bisu kuatnya nyala solidaritas antar-warga. Tidak hanya penduduk Desa Padang Sanggar yang bahu-membahu menjinakkan api, warga dari desa tetangga seperti Muara Mais, Muara Mais Jambur, dan Pastap juga berbondong-bondong datang membantu.

Upaya gotong-royong ini dibantu oleh satu unit mobil Pemadam Kebakaran dari unit Kotanopan yang terus berjibaku hingga api benar-benar dinyatakan padam pada pukul 04.00 WIB.

Kesigapan juga langsung ditunjukkan jajaran pemerintah kecamatan setempat. Begitu menerima laporan dari kepala Desa Padang Sanggar, Camat Tambangan Bahren Daulay bergerak cepat meredam meluasnya dampak bencana.

Langkah taktis segera diambil mulai dari menghubungi unit pemadam, melaporkan kejadian ke Polsek dan Koramil Kotanopan, hingga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus arus listrik guna menghindari korsleting susulan.

“Kami sangat berterima kasih kepada petugas pemadam kebakaran dan seluruh warga yang telah bahu-membahu membantu memadamkan api di tengah malam buta ini,” ujar Bahren Daulay, usai memastikan kondisi keluarga Muklan yang telah diungsikan.

“Prioritas kami saat ini memastikan kondisi kesehatan korban. Saya telah menemui langsung keluarga Bapak Muklan di rumah anaknya, Darwin, untuk menyampaikan dukacita mendalam. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan Ibu Sangkot kini sudah berangsur pulih serta bisa diajak berkomunikasi berkat bantuan petugas Kesehatan,” imbuh Bahren.

Kini, puing-puing rumah di Desa Padang Sanggar itu masih menyisakan hawa panas dan bau asap yang menyengat.

Aparat Polsek Kotanopan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang diduga kuat berasal dari korsleting listrik tersebut.

Di balik musibah yang merenggut segalanya dalam hitungan jam ini, keluarga Kakek Muklan tetap bersyukur karena nyawa mereka masih terselamatkan oleh kepedulian tanpa batas dari para tetangga dan aparat yang hadir di saat paling genting.

Reporter: Sir

Tags: Dini HariPadang SanggarPenghujung UsiaPetakaTersisa Abu
ShareTweet
Next Post
VIDEO: Detik-detik Sapi 1 Ton Bantuan Presiden Prabowo Ngamuk di Kudus

VIDEO: Detik-detik Sapi 1 Ton Bantuan Presiden Prabowo Ngamuk di Kudus

Discussion about this post

Recommended

PSU di Madina Bukan Segalanya

Jangan Rusak Kerukunan yang Kami Rajut demi Hasrat Pribadi

5 tahun ago
Polda Sumut Raih Rating Tertinggi Penilaian Kinerja Polri

Soal Minyak Goreng, Begini Perintah Tegas Kapolda Sumut ke Jajaran Polres

4 tahun ago

Popular News

  • Mensesneg Ungkap Alasan Pencopotan Dadan dari Jabatan Kepala BGN

    Kejagung Tangkap Tiga Mantan Petinggi BGN, Satu Sempat Buron ke Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Malapraktik, Pasien Laporkan RS Permata Madina dan Dua Dokter ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Madina Salurkan 62 Ribu Paket Bantuan Beras dan Minyak Goreng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Misteri Urine Jernih di Malam Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026