Tragedi kebakaran dini hari menghanguskan rumah pensiunan PNS di Desa Padang Sanggar. Kisah pilu Kakek Muklan dan istrinya yang selamat berkat kepedulian warga serta kesigapan aparat setempat di tengah kerugian ratusan juta rupiah.
Tambangan, StartNews – Ketenangan malam di Desa Padang Sanggar, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) mendadak pecah ketika kobaran api melahap habis rumah dua lantai milik seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berusia 84 tahun, Muklan Lubis, Rabu (27/5/2026) dini hari.
Tepat pada pukul 02.30 WIB, di saat sebagian besar warga sedang terlelap, Si Jago Merah tanpa ampun merambat cepat dari lantai bawah yang berdinding semi-permanen hingga menghanguskan seluruh konstruksi kayu di lantai dua.
Di dalam rumah tersebut, Muklan tidak sendirian. Dia tinggal bersama sang istri, Sangkot, yang berusia 76 tahun, dan cucu mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Fahruddin, yang baru menginjak usia 12 tahun.
Kengerian terbangun di tengah kepungan asap dan api meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi Sangkot. Perempuan lanjut usia yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu sempat jatuh pingsan dan tak sadarkan diri akibat syok hebat melihat tempat bernaungnya selama puluhan tahun musnah seketika.
Dalam sekejap mata, kenangan dan harta benda yang dikumpulkan seumur hidup berubah menjadi arang. Kerugian material ditaksir mencapai dua ratus juta rupiah. Seluruh perabotan, pakaian, hingga dokumen dan surat-surat penting milik keluarga Muklan tidak dapat diselamatkan.
Dari amukan api yang begitu besar, warga yang berhamburan menolong hanya mampu menyelamatkan satu unit kursi tamu, sebuah televisi, dan satu buah kipas angin.

Meski tragedi ini menyisakan duka yang mendalam, malam kelam di Padang Sanggar itu juga menjadi saksi bisu kuatnya nyala solidaritas antar-warga. Tidak hanya penduduk Desa Padang Sanggar yang bahu-membahu menjinakkan api, warga dari desa tetangga seperti Muara Mais, Muara Mais Jambur, dan Pastap juga berbondong-bondong datang membantu.
Upaya gotong-royong ini dibantu oleh satu unit mobil Pemadam Kebakaran dari unit Kotanopan yang terus berjibaku hingga api benar-benar dinyatakan padam pada pukul 04.00 WIB.
Kesigapan juga langsung ditunjukkan jajaran pemerintah kecamatan setempat. Begitu menerima laporan dari kepala Desa Padang Sanggar, Camat Tambangan Bahren Daulay bergerak cepat meredam meluasnya dampak bencana.
Langkah taktis segera diambil mulai dari menghubungi unit pemadam, melaporkan kejadian ke Polsek dan Koramil Kotanopan, hingga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus arus listrik guna menghindari korsleting susulan.
“Kami sangat berterima kasih kepada petugas pemadam kebakaran dan seluruh warga yang telah bahu-membahu membantu memadamkan api di tengah malam buta ini,” ujar Bahren Daulay, usai memastikan kondisi keluarga Muklan yang telah diungsikan.
“Prioritas kami saat ini memastikan kondisi kesehatan korban. Saya telah menemui langsung keluarga Bapak Muklan di rumah anaknya, Darwin, untuk menyampaikan dukacita mendalam. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan Ibu Sangkot kini sudah berangsur pulih serta bisa diajak berkomunikasi berkat bantuan petugas Kesehatan,” imbuh Bahren.
Kini, puing-puing rumah di Desa Padang Sanggar itu masih menyisakan hawa panas dan bau asap yang menyengat.
Aparat Polsek Kotanopan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang diduga kuat berasal dari korsleting listrik tersebut.
Di balik musibah yang merenggut segalanya dalam hitungan jam ini, keluarga Kakek Muklan tetap bersyukur karena nyawa mereka masih terselamatkan oleh kepedulian tanpa batas dari para tetangga dan aparat yang hadir di saat paling genting.
Reporter: Sir





Discussion about this post