Kabupaten Madina menerima 250.000 bibit kakao serta obat ternak dari pemerintah pusat dan provinsi untuk perkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Panyabungan, StartNews — Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelontorkan 250.000 batang bibit kakao serta paket obat-obatan dan vitamin bagi ribuan ternak sapi untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Bantuan tersebut dirancang untuk menghijaukan lahan seluas 250 hektare yang tersebar di sejumlah titik. Khusus di Kecamatan Panyabungan Barat, alokasi lahan disiapkan seluas 83 hektare dengan distribusi mencapai 83.000 batang bibit kakao.
Sementara dukungan di sektor peternakan menyasar 1.073 ekor sapi yang dikelola oleh 24 kelompok peternak lokal di berbagai kecamatan, termasuk Siabu, Panyabungan Utara, Natal, Batahan, dan Panyabungan Barat.
Bupati Madina H. Saipullah Nasution menyatakan realisasi bantuan itu merupakan buah lobi dan usulan aktif yang diajukan pemerintah daerah kepada tingkat provinsi maupun pusat.
Dia menekankan pentingnya komitmen masyarakat penerima agar bantuan tersebut tidak sekadar diterima, tetapi juga dirawat secara berkelanjutan demi menopang kemandirian pangan daerah.
”Kehadiran kami untuk bertemu dengan masyarakat dan kedatangan hari ini tanpa ada pemberitahuan,” ujar Saipullah saat menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada warga.
Dia menambahkan, program ini dihadirkan demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat jangka panjang sekaligus memperkuat pilar ketahanan pangan di Madina.
”Bantuan yang akan kita serahkan ini merupakan usulan dari Pemkab Madina kepada Pemerintah Provinsi Sumut dan Pusat yang akan disalurkan di Kabupaten Madina,” katanya.
”Bantuan pemerintah ini dapat difungsikan dengan baik, ditanam dan diurus dengan baik agar dapat dipanen kedepan untuk kehidupan kita. Disalurkan ini agar ditanam, dipelihara dengan baik dan ketika waktunya panen harus dipanen dan ini mendukung ketahanan pangan,” imbuhnya.
Di sela-sela penyerahan bantuan tersebut, Saipullah juga menyoroti tantangan infrastruktur yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
Dari total bentang jalan sepanjang 1.800 kilometer di Kabupaten Madina, baru sekitar 600 kilometer yang berada dalam kondisi mantap. Sementara 1.200 kilometer sisanya masih membutuhkan penanganan serius secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
”Terkait jalan yang di Batang Gadis ini sudah direncanakan. Namun, pemerintah melihat masih banyak jalan yang lebih parah untuk didahulukan. Namun ini sudah menjadi prioritas pemerintah,” jelasnya.
Menanggapi kunjungan dan penyaluran bantuan tersebut, Kepala Desa Batang Gadis Julu Erwin Pasaribu menilai kehadiran kepala daerah menjadi momentum penting bagi warga untuk menyampaikan langsung denyut aspirasi di tingkat akar rumput, khususnya terkait aksesibilitas jalan desa yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga.
”Terima kasih sebesar-besarnya atas kunjungan bupati dalam rangka penyerahan bantuan,” ucapnya.
Dia berharap pemerintah kabupaten dapat memberikan perhatian khusus pada perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya yang dinilai masih menjadi hambatan utama mobilitas warga.
Sementara sektor pendukung lainnya seperti jaringan irigasi telah berfungsi secara optimal.
”Kami juga berharap agar dapat membangun jalan yang ada di desa kami, hanya jalan kendala bagi kami. Kalau irigasi, alhamdulillah sudah bagus, tinggal jalan saja, Pak, mohon dianggarkan,” harapnya.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post