• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Madina dalam Keadaan Tak Baik-baik saja

OLEH: Irwan Daulay | Pengamat Pembangunan Sumatera Utara

by Redaksi
Sabtu, 23 Maret 2024
0 0
0
Pemkab Madina Perlu Bentuk Konsorsium Pengusaha Daerah

Irwan Daulay. (FOTO: STARTNEWS/SIR)

ADVERTISEMENT

PEKERJAAN sebagian besar warga Mandailing Julu (Kotanopan dan sekitarnya), Mandailing Godang (Panyabungan dan sekitarnya) dan Mandailing Jae (Siabu dan sekitarnya) adalah petani sawah dan petani perkebunan karet.

Seperti kita ketahui, beras memang harganya tidak stabil dan cenderung naik. Namun, kenaikan harga ini jarang dinikmati petani, karena sebagian besar dari mereka menjual gabahnya kepada tauke dengan harga murah oleh berbagai sebab.

Sementara petani kita boleh dibilang kebanyakan petani penggarap dan masih berpola subsisten. Dampaknya jika terjadi inflasi atau gagal panen atau kenaikan harga pupuk, bibit, dan sebagainya, maka daya beli mereka akan tergerus dan pastinya untuk berbelanja takjil di Ramadan ini mereka akan berpikir dua kali.

Khusus bagi petani kebun karet, data terakhir yang saya peroleh (1 tahun yang lalu), posisi perkebunan karet rakyat di Madina terdapat 10 ribu hektare status Tanaman Tidak Menghasilkan (TTM) karena menua. Sebagian berada di kawasan hutan.

Demikian juga harganya tidak pernah lagi bergerak menuju harga normal (15.000), yaitu harga yang moderat menurut petani karet kita akibat permintaan internasional yang terus merosot oleh berbagai sebab.

Harganya tidak stabil dan jatuh sampai 7.000 sampai 10.000 per kilogram, bergantung kualitas dan daerahnya. Kondisi ini juga pasti melemahkan daya beli petani kita, karena sampai saat ini pemerintah daerah relatif pasrah menghadapi persoalan ini dan lebih memilih upaya membagi-bagi bibit dan alat pertanian, baik dari APBD maupun dana desa. Sehingga, tidak menyelesaikan substansi persoalan.

Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, angka kemiskinan di Madina pasti bertambah. Hal ini akan berdampak pada sektor lainnya. Bagi ibu muda, anaknya akan terancam stunting. Pengangguran akan semakin tajam. Angka perceraian semakin tinggi. Anak-anak putus sekolah atau tidak mendapatkan pendidikan yang memadai. Bahkan, yang miris banyak anak-anak kita akhirnya merantau untuk mengadu nasib ke negeri orang dengan keterampilan yang minim. Inilah yang sangat rentan terhadap masa depan mereka dan keselamatan mereka di rantau orang.

Inilah sekelumit kisah yang dihadapi masyarakat kita disana akibat salah kelolanya daerah ini oleh para elitenya.

Mengapa salah kelola?

Kekeliruan kita semua yang tidak pernah berpikir betapa pentingnya sosok pemimpin yang memiliki pemahaman terhadap persoalan-persoalan yang berhadapan langsung dengan hajat hidup orang banyak.

Harapan kita kedepan, masyarakat Madina tersadar dan tidak menjadikan lagi UANG sebagai syarat utama memilih kepala desa, anggota legislatif, dan kepala daerah. Pahami integritas dan rekam jejak para calonnya. Sekali lagi, jangan lagi memilih karena pertimbangan UANG (Politik Uang). (*)

Tags: madinaOpiniTidak Baik-baik
ShareTweet
Next Post
Reaksi Cepat BPBD Madina Tangani Bencana Longsor di Muarasipongi

Reaksi Cepat BPBD Madina Tangani Bencana Longsor di Muarasipongi

Discussion about this post

Recommended

Wabup Madina Makan Malam Bersama Kasdam Bukit Barisan

Wabup Madina Makan Malam Bersama Kasdam Bukit Barisan

3 tahun ago
Ketua Fraksi PKB DPRD Madina Ikut Lepas Keberangkatan Calhaj Kloter 10 ke Tanah Suci

Ketua Fraksi PKB DPRD Madina Ikut Lepas Keberangkatan Calhaj Kloter 10 ke Tanah Suci

11 bulan ago

Popular News

  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hipotensi dan Hipertensi, Bagaimana Pencegahan dan Pengendaliannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025