• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Layak Ditiru, Program Belajar Etnografi Bersama Museum Adityawarman

SUMATERA BARAT

by Redaksi
Rabu, 20 Juli 2022
0 0
0
Layak Ditiru, Program Belajar Etnografi Bersama Museum Adityawarman

FOTO: STARTNEWS/ROMI HIDAYAT

ADVERTISEMENT

Padang, StartNews Museum Adityawarman Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menggelar kegiatan Belajar Etnografi Bersama sejak 6 Juli 2022 lalu. Peserta kegiatan siswa-siswi berbagai sekolah dari tingkat menengah pertama hingga menengah atas yang ada di Kota Padang.

Pada hari pertama, 6 Juli 2022, Dr. Nopriyasman dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memberi pembelajaran tentang Deta, yakni tutup kepala laki-kaki Minangkabau. Dia mengatakan pemakaian Deta merupakan salah satu bentuk praktik budaya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya identitas budaya, tetapi juga identitas sosial dan pribadi orang Minangkabau. Kegiatan ini diikuti siswa SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, dan SMPS Adabiah Kota Padang.

Pada 7 Juli 2022, kegiatan Belajar Etnografi Bersama diisi dengan materi Bainai. Hj. Fauriza sebagai narasumber menjelaskan, setiap kuku yang dipakaikan inai memiliki arti istimewa. Saat inai dikenakan di kuku jari kelingking, sang anak daro didoakan agar dapat melalui hal-hal sulit bersama sang calon suami. Kegiatan ini diikuti siswa dari SMAN 1 Padang, SMAN 2 Padang, SMAN 3 Padang, SMAN 4 Sumbar, dan SMAS Adabiah Padang.

Hari ketiga, 12 Juli 2022, kegiatan diisi dengan materi ukiran Minangkabau. Ahmad Bahrudin, narasumber dari Prodi Kriya ISI Padangpanjang, menjelaskan ukiran tradisional Minangkabau merupakan gambaran keadaan alam sekitar, baik ukiran yang berasal dari tumbuhan, binatang, benda, dan manusia. Pesertanya siswa dari SMAN 4 Padang, SMAN 5 Padang, SMAN 6 Padang, SMAN 16 Padang, dan SMKN 6 Padang.

Hari keempat, 13 Juli 2022, diisi dengan materi ‘Pakaian Perempuan Minangkabau. Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib, MP yang bertindak sebagai narasumber menjelaskan, dalam budaya Minangkabau yang matrilineal, pakaian dapat dijadikan jendela untuk melihat kedudukan dan peran perempuan dalam kehidupan sosial mayarakat Minangkabau. Pesertanya siswa dari SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, dan SMPN Al Azhar 32 Kota Padang.

Hari kelima, 19 Juli 2022, materi pelajarannya tentang Rumah Gadang dengan menghadirkan narasumber Dr. Jonny Wongso, MT, IAI. Pesertanya berasal dari siswa SMAN 7, SMAN 8, dan SMAN 9 Kota Padang. Sebelum memberikan materi tentang Rumah Gadang, pemateri dan siswa dibawa keliling museum terlebih dahulu untuk diperkenalkan berbagai artefak dan benda budaya Minangkabau yang mengisi museum tersebut.

Jonny Wongso menjelaskan, makna filosofi hingga bentukan arsitektural Rumah Gadang secara gamblang hingga cara membangun sebuah rumah gadang. Siswa-siswi tampak antusias mengikuti pembelajaran ini.

Ruang yang dipakai untuk belajar bersama ini adalah salah satu ruang rapat museum. Sri Ramayani, Kasubbag Tata Usaha Museum Adityawarman, menjelaskan pertemuan di ruang rapat dilaksanakan karena aula museum dalam perbaikan.

Dia juga menjelaskan, kegiatan belajar bersama ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan setelah masa pandemi Covid-19 berangsur pulih. Kegiatan belajar bersama bertujuan menggugah dan meningkatkan motivasi belajar siswa secara langsung di luar sekolah. Terlebih museum yang banyak menyimpan artefak dan benda budaya Minangkabau lainnya.

Siswa dan guru pendamping juga senang, karena bisa belajar secara langsung dari narasumber terbaik di tempat terbaik pula.

Reporter: Romi Hidayat

Tags: EtnografiMinangkabauMuseum Adityawarman
ShareTweet
Next Post
Nawal Lubis Manortor Bersama Delegasi W20 di Galadinner

Nawal Lubis Manortor Bersama Delegasi W20 di Galadinner

Discussion about this post

Recommended

BNN Temukan 50 Ribu Batang Pohon Ganja di Penyabungan Timur

BNN Temukan 50 Ribu Batang Pohon Ganja di Penyabungan Timur

3 tahun ago
Pendamping Desa Panyabungan Siap Sukseskan Pilkades di Tiga Desa

Pendamping Desa Panyabungan Siap Sukseskan Pilkades di Tiga Desa

3 tahun ago

Popular News

  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    Update Nama-nama Korban Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sopir Asal Bekasi Meninggal Dunia di Loket Bus ALS Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Identitas Sopir dan Kenek Bus ALS yang Kecelakaan Maut di Muratara Terungkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025