Tim gabungan Polsek Kolang bergerak cepat menembus medan sulit sejauh 12 kilometer usai aplikasi Lancang Kuning mendeteksi karhutla di Desa Satahi Nauli.
Tapteng, StartNews – Aplikasi pemantau titik api Lancang Kuning kembali terbukti ampuh menjadi sinyal pencegahan bencana setelah tim gabungan Polsek Kolang bersama BPBD dan masyarakat setempat bergerak menembus medan sulit sejauh 12 kilometer demi memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Petugas yang dipimpin Kapolsek Kolang AKP Isran Efendi Simatupang sejak pukul 14.30 WIB harus berpacu dengan waktu menuju SP 3 Dusun III Aek Badan, Desa Satahi Nauli, guna memutus sebaran api yang melalap lahan perkebunan sawit seluas tiga hektare milik H. Risman Pasaribu.
Meski kobaran api berhasil dijinakkan, karakter tanah gambut di lokasi kejadian yang berpadu dengan embusan angin kencang masih menyisakan kepulan asap pekat, sehingga memicu kewaspadaan dari para personel di lapangan.
Selain menyisir sisa api hingga kondisi mulai gelap, petugas secara persuasif memanfaatkan momen tersebut untuk mengedukasi warga sekitar agar menghentikan kebiasaan membuka atau membersihkan lahan pertanian dengan cara dibakar.
Kepolisian memastikan tidak akan mengendurkan pengawasan di area rawan tersebut guna mengantisipasi kemunculan titik api susulan yang berpotensi meluas.
“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan meningkatkan patroli guna mencegah timbulnya titik api baru,” tegas Kapolres Tapteng AKBP Muhammad Alan Haikel.
Reporter: Sir





Discussion about this post