Tambangan, StartNews Sampai hari ini (6/6/2023), harimau masih terus berkeliaran di kebun warga di wilayah Rura Aek Mais, terutama di Desa Pastap dan Muara Mais, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Kandang jebak yang dipasang di Desa Pastap pada Senin (5/6/2023) kemarin, belum berhasil menjebak harimau. Sebaliknya, berdasarkan informasi dari warga, harimau itu justru muncul di wilayah Desa Muara Mais.
Camat Tambangan Muslih mengatakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Forkopincam Tambangan menggelar rapat koordinasi dengan BKSDA Sumut, KPH VIII Kotanopan, Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), dan kepala Desa Aek Mais.
BACA JUGA:
- Harimau Ancam Keselamatan Warga Desa Pastap, Petugas Pasang Kandang Jebak
- Ngeri…! Harimau Lalu-lalang di Kebun, Warga Desa Hutapungkut Resah
- Tim BKSDA Berhasil Evakuasi Harimau yang Terjerat di Desa Pastap Julu
Hasilnya, kata Muslih, wrga Rura Aek Mais yang berangkat ke kebun tidak boleh sendiri, tetapi harus berkawan dan pakai tiga kaki atau tongkat.
Warga yang berangkat ke kebun juga disarankan paling cepat pukul 9 pagi dan pulang sebelum pukul 16.00 WIB. Setelah sampai di kebun, warga diminta membuat bunyi-bunyian atau dentuman dan menyalakan api.
Bentuk imbuan lainnya, warga tidak membawa anak di bawah umur ke kebun dan tidak membuat atau memasang jerat atau perangkap. Jika ada sisa makanan yang dibawa ke kebun agar tidak dibuang sembarangan, tetapi dibawa pulang atau disembunyikan.
Imbauan lainnya, jika menemukan jejak kaki harimau atau suara, bahkan jika bertemu langsung dengan binatang buas itu, agar secepatnya melapor ke pemerintah desa. Masyarakat juga diminta lebih peduli sama tetangga agar mengetahui keadaan apakah ada perbuatan-perbuatan warga yang melanggar norma agama.
Selain itu, warga di wilayah Rura Aek Mais agar membunyikan dentuman secara serentak tiga kali sehari dalam sepekan, yakni pada pagi, siang, dan sore. Warga juga tidak boleh takabur, kata Muslih.
Untuk sementara, Forkopincam Tambangan, BKSDA Sumut, Balai TNBG serta KPH Wilayah VIII Kotanopan tetap memantau perkembangan keberadaan harimau tersebut.
Reporter: Lokot Husda Lubis





Discussion about this post