• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, November 2, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Dari Taman Baca di Tapsel ke Turki, Kisah Ana Pukau Ribuan Penonton Internasional

by Saparuddin Siregar
Senin, 2 November 2026
0 0
0
Dari Taman Baca di Tapsel ke Turki, Kisah Ana Pukau Ribuan Penonton Internasional
ADVERTISEMENT

Berawal dari taman baca di Tapanuli Selatan, Ana Syafitri Daulay bersama Sanggar Seni Sopo Daganak sukses memukau 5.000 penonton pada festival budaya internasional di Turki.

Istambul, StartNews — Ana Syafitri Daulay tidak pernah membayangkan langkah pertamanya belajar menari di sebuah taman baca anak di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara, suatu hari akan membawanya tampil di panggung internasional di Turki.

Perempuan yang kini kuliah di Jurusan Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Medan itu menjadi satu dari enam penari Sanggar Seni Sopo Daganak (Sanipoda) yang mempromosikan kekayaan budaya Indonesia dalam dua festival budaya internasional di Turki sepanjang Oktober 2026.

Perjalanan Ana dimulai lebih dari sepuluh tahun lalu ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar dan mengikuti kegiatan di Taman Baca Anak yang dikembangkan oleh PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe.

Kini, Ana bersama kelompok Sanipoda yang tumbuh dari program pembinaan seni komunitas tersebut berhasil tampil memukau di hadapan sekitar 5.000 penonton dari berbagai belahan dunia.

“Awalnya saya senang belajar tari bersama teman-teman. Tidak menyangka kegiatan yang saya ikuti sejak SD bisa membawa saya tampil ke luar negeri,” kata Ana pada Senin (2/11/2026).

Pada 25 Oktober 2026, Sanipoda tampil dalam Pesta Rakyat Budaya (PERAYA) yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia Istanbul di Istanbul University.

Mengenakan balutan kain karya UMKM binaan PTAR, para penari membawakan tarian The Majesty of Nusantara, Tortor Hata Sopisik, serta Tari Batik Khas Tapanuli Selatan.

Penampilan tersebut sekaligus memperkenalkan khazanah seni tari dan karya tekstil lokal Tapanuli Selatan ke ranah publik internasional.

Rangkaian pentas Sanipoda berlanjut dalam ajang International Festival of Arts “Kuşadası 26” pada 25–29 Oktober 2026.

Dalam festival yang diikuti sekitar 200 penari dari berbagai negara itu, Sanipoda mengisi acara gala dinner pada 26 Oktober, berpartisipasi dalam karnaval di Kuşadası Coast pada hari berikutnya, dan menyajikan tarian utama pada puncak acara.

Perwakilan International Festival of Arts “Kuşadası 26”, Soneryucel Celik, menilai kehadiran delegasi Indonesia memberikan warna tersendiri bagi keragaman budaya festival.

“Seni menjadi bahasa bersama. Meski latar belakang berbeda, peserta dan penonton bisa saling mengenal. Kami berharap hubungan ini terus berkembang setelah festival usai,” ujar Celik.

Keberhasilan penari Sanipoda di panggung internasional tidak terlepas dari proses panjang pembinaan berkesinambungan. Didirikan 14 tahun lalu, Sanipoda telah membina lebih dari 1.000 anak muda di sekitar wilayah Tambang Emas Martabe dari tingkat paling dasar.

Guru Tari Sanipoda, Putri Norma Sari Hasibuan, menekankan kesempatan tampil di Turki dijadikan sebagai momen evaluasi dan pembelajaran berkelanjutan bagi para penari.

“Dalam tari kelompok, setiap penari perlu menguasai bagiannya sekaligus memperhatikan teman-temannya. Pengalaman di Turki menjadi bahan belajar untuk melihat kemampuan yang sudah berkembang dan bagian yang masih perlu diperbaiki,” kata Putri.

Sebelum tampil di Turki, Sanipoda kerap mencatatkan prestasi dalam berbagai kompetisi, mulai dari tingkat lokal hingga meraih Juara 2 pada Festival Warisan Budaya Nusantara di Jakarta serta tampil dalam Indonesia Menari 2025.

Manager Community PT Agincourt Resources, Rohani Simbolon, menegaskan dukungan terhadap Sanipoda, termasuk memfasilitasi keberangkatan ke Turki, merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam merawat budaya Tapanuli Selatan dan mengasah potensi generasi muda lokal.

“Kami berharap Sanipoda menjadi ruang yang dapat menghidupi dan dihidupi generasi muda dalam mengenal budayanya sendiri dan mengembangkan kemampuannya,” tutur Rohani.

Reporter: Lily Lubis

Tags: Festival Budaya TurkiKebudayaan NusantaraPT Agincourt ResourcesSanggar Seni Sopo DaganakSeni TariTambang Emas MartabeTapanuli Selatan
ShareTweet

Discussion about this post

Recommended

Atika Minta OPD Tak Saling Lempar Tanggung Jawab Penurunan Stunting

Atika Minta OPD Tak Saling Lempar Tanggung Jawab Penurunan Stunting

3 tahun ago
Polres Madina Musnahkan Ladang Ganja di Tor Sihite, Pemiliknya Tak Ditemukan

Polres Madina Musnahkan Ladang Ganja di Tor Sihite, Pemiliknya Tak Ditemukan

1 tahun ago

Popular News

  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KH Fikri Haikal Zainuddin MZ Tampil di Acara Tablig Akbar yang Dihelat PT AR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedih..! Wings Air Stop Penerbangan Madina-Medan Gegara Masalah Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026