• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Februari 10, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Dana CSR BUMN Pupuk Perlu Diarahkan untuk Pelaku Pertanian dan Perkebunan

by Redaksi
Minggu, 25 Desember 2022
0 0
0
Dana CSR BUMN Pupuk Perlu Diarahkan untuk Pelaku Pertanian dan Perkebunan

Ilustrasi (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Bali, StartNews Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mendorong agar danaCorporate Social Responsibility(CSR) seluruh BUMN Pupuk diarahkan kepada proses produksi, yakni dialokasikan kepada para pelaku pertanian, perkebunan, dan hortikultura. Sehingga, para pelaku tersebut bisa membeli pupuk non-subsidi.

Pria yang kerap disapa Kang Dedi ini menyayangkan selama ini BUMN kurang tepat dalam menyalurkan dana CSR-nya. Menurut dia, dana CSR semestinya diarahkan sesuai konteks bidang usaha yang dijalankan BUMN itu.

Dedi menyampaikan hal itu saat merespon keluhan para petani jeruk saat melakukan tinjauan lapangan dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi IV DPR RI di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Para petani jeruk ini mengeluhkan tidak adanya subsidi pupuk untuk budidaya jeruk.

“Misalnya produksinya pupuk, hubungannya dengan petani, (tapi) diarahkan ke UMKM nantinya ke warung, ke toko, ke pedagang, kan seharusnya diarahkan kepada konteks. Karena dia itu dari petani hidupnya. Harusnya CSR-nya kembali untuk menghidupi petani-petani kecil. Herannya selama ini kalau ngomongin UMKM ngomongnya pasti perdagangan,gakngomong pertanian. Padahal, itu juga UMKM kan?” kata Dedi, baru-baru ini.

Mantan Bupati Purwakarta itu mengapresiasi masyarakat Bali yang hingga kini masih konsisten menjaga tradisi. Dia menuturkan, biasanya ketika suatu masyarakat tertinggal lalu ‘loncat kepada tren modernisme, yang terjadi adalah tradisinya tidak terawat, modernnya tidak tercapai.

“Saya mempelajari Bali. Di sini tradisi tetap dipelihara dan dijaga. Akhirnya apa? Akhirnya rakyatnya produktif dengan tradisi. Maka lahirlah tradisi berkebun jeruk, tradisi berkebun cabai rawit, pelihara sapi, pelihara ayam. Akhirnya punyalah semua. Ketika Bali punya semuanya, maka lahirlah ke pasar. Harga-harganya lebih murah daripada di Jawa Barat, DKI, dan Banten. Itulah uniknya Bali,” tutu politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Reporter: Rls

Tags: BUMNDana CSRPerkebunanPertanianPupuk
ShareTweet
Next Post
Visit Beautiful West Sumatera 2023 Diluncurkan, Ini Targetnya

Visit Beautiful West Sumatera 2023 Diluncurkan, Ini Targetnya

Discussion about this post

Recommended

Indonesia Mendapat Tambahan Kuota 2.210 Petugas Haji

Indonesia Mendapat Tambahan Kuota 2.210 Petugas Haji

10 bulan ago
Massa GMPM Batal Demo, Kadis PUPR Madina Kena Prank

Dinas PUPR Madina Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung Kampungbaru

3 tahun ago

Popular News

  • Pelajar Tewas Usai Tabrak Truk Parkir di Batang Ayumi Julu

    Pelajar Tewas Usai Tabrak Truk Parkir di Batang Ayumi Julu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar Sabu Ini Ditangkap Polisi di Kelurahan Pasar Sibuhuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Rumah dan Mobil Musnah Terbakar di Desa Relokasi Muarasipongi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • L300 Tabrak Truk Fuso di Tikungan Nabundong, Tujuh Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Teken Keppres Cuti Bersama ASN 2026, Total 8 Hari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025