• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 23, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Asap Kopi dan Razia Angkot di Panyabungan

Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

by Redaksi
Jumat, 22 Mei 2026
0 0
0
Asap Kopi dan Razia Angkot di Panyabungan

Ilustrasi.

ADVERTISEMENT

SUASANA warung kopi di sudut Jalan Lintas Timur Panyabungan siang itu riuh rendah. Asap rokok berbaur dengan uap kopi Mandailing yang baru diseduh. Di sudut meja paling ujung, perdebatan sudah memanas, bahkan sebelum kopi di gelas habis separuh.

“Pening kepalaku nengok kelakuan aparat kita hari ini, lae. Setoran belum nutup, eh kena stop pula awak di jalan sama Satpol PP gabung Dishub. Bukan nanya STNK atau buku kir, malah diceramahi!” gerutu Bang Ucok, memukul meja pelan sambil menyeruput kopi hitamnya kasar.

Bang Ucok tergolong sopir angkot yang blak-blakan, pragmatis, suaranya lantang, dan selalu memikirkan setoran. Menganggap aturan sering kali tidak berpihak pada rakyat kecil.

“Lho, baguslah itu. Berarti Dishub sama Satpol PP Madina udah main halus sekarang, humanis ceritanya. Gak main tilang aja kerjanya, kan?” kekeh Makmur, meniupkan asap rokoknya ke udara dengan santai.

Makmur kerap bersikap sinis, ceplas-ceplos, dan mewakili suara masyarakat umum yang sering kali skeptis terhadap kebijakan pemerintah.

“Humanis dari mananya? Hari Kamis kemarin itu, disuruhnya awak jangan nyetir lebih dari empat jam berturut-turut demi kesehatan. Mak jang! Kalau awak banyak istirahat, siapa yang mau bayar uang sekolah anakku? Terus, disuruhnya pula awak ngelarang anak sekolah sama santri merokok di dalam angkot. Matilah awak di-bully anak-anak itu nanti kalau berani negur!” sungut Bang Ucok lagi, wajahnya masam.

“Nah, kalau soal larangan anak sekolah atau santri merokok di angkot itu, aku setuju kali seratus persen! Memang udah kelewatan sekarang. Bebas kali anak-anak kita ngebul di ruang publik,” potong Pak Harahap, membenarkan langkah pemerintah.

Pak Harahap, seorang guru yang tenang, analitis, dan idealis. Sangat peduli pada moral dan etika pelajar, serta memandang aturan dari sudut pandang edukasi.

“Baguslah Kasatpol PP, Pak Yuri Andri itu, punya perhatian ke situ. Angkot itu kan ruang publik. Kasihan penumpang lain, sudah sumpek, dihirupnya pula polusi asap rokok. Memang butuh diedukasi sopir-sopir macam kau ini, Cok,” kata Pak Harahap.

“Betul itu, Pak Guru. Edukasi soal kenyamanan sama keselamatan nyawa penumpang itu memang paten. Katanya ini juga gerakan masif serentak se-Sumatera Utara. Tapi, coba kita pikir pakai kacamata yang lebih lebar, ya,” sela Bang Rangkuti, menutup layar hape yang sejak tadi diplototinya dan menatap tajam ke arah ketiga temannya.

Bang Rangkuti ini wartawan senior yang berpikir tajam, kritis, dan memiliki wawasan luas soal kebijakan daerah. Selalu melihat gambaran besar dari sebuah isu dan tidak segan mengkritik ketimpangan penegakan aturan.

“Maksud abang cemana? Gak penting rupanya razia ini?” tanya Makmur, mulai tertarik dan mencondongkan badannya ke depan.

“Bukan gak penting, Mur. Keselamatan transportasi darat itu wajib. Kita hargai pendekatan edukatif mereka yang tak lagi represif. Tapi, coba kalian tengok tugas Satpol PP Madina sebagai koordinator PPNS dan penegak Perda. Apa iya mengurusi durasi jam kerja sopir angkot ini jadi skala prioritas yang paling mendesak sekarang?” tanya Bang Rangkuti dengan nada baritonnya yang khas.

“Iya juga, ya. Terus apa yang lebih penting, Bang?” sahut Bang Ucok, merasa mendapat dukungan.

“Masih banyak PR penegakan Perda yang jauh lebih penting dan dibiarkan mangkrak! Coba kalian tengok galian C ilegal, sengketa lahan, tambang-tambang liar yang merusak hutan kita, sampai penertiban pasar yang masih semrawut tiap hari. Itu kan urusan ketenteraman dan ketertiban umum juga! Kenapa yang rajin ditertibkan malah sopir angkot yang cari makan recehan?” kritik Bang Rangkuti, matanya memancarkan ketidakpuasan seorang jurnalis kawakan.

“Cocok! Itu baru mantap kau bilang, Bang! Jangan tajam ke bawah tumpul ke atas. Awak yang cari sewa seribu dua ribu diawasi macam pesakitan. Giliran bos-bos besar yang jelas-jelas langgar Perda, kok pada mingkem semua aparat kita?” seru Bang Ucok bersemangat.

“Ya, kita apresiasilah niat Pemkab Madina bikin ekosistem transportasi publik di Panyabungan jadi aman dan sehat. Tapi, Bang Rangkuti betul juga. Jangan sampai razia humanis ini cuma jadi panggung etalase, seolah-olah penegakan Perda sudah berjalan maksimal. Padahal, masalah inti yang bikin Madina ini tergerus lingkungannya malah tak tersentuh,” tutup Pak Harahap sambil menggelengkan kepala pelan.

Suasana kembali hening sejenak, hanya menyisakan suara deru kendaraan di luar warung, seolah membenarkan bahwa pekerjaan rumah di Panyabungan masih teramat panjang. (*)

Tags: AngkotAsap KopiBuraspanyabunganrazia
ShareTweet
Next Post
Mendagri Izinkan Gubsu Gunakan Dana TKD Tanpa Persetujuan DPRD

Tito Karnavian Ancam Potong Anggaran Daerah yang Lamban Pulihkan Bencana Sumatera

Discussion about this post

Recommended

Abdul Rahim Siregar Jemput Aspirasi Konstituen di Aula Kantor Camat Kotanopan

Abdul Rahim Siregar Jemput Aspirasi Konstituen di Aula Kantor Camat Kotanopan

4 tahun ago
Layak Dicontoh, Pemdes Tabuyung Alokasikan Dana Desa untuk Bantu Siswa Berprestasi

Layak Dicontoh, Pemdes Tabuyung Alokasikan Dana Desa untuk Bantu Siswa Berprestasi

2 tahun ago

Popular News

  • Pemkab Madina Kembali Gelar Pelantikan Pejabat Hari Ini

    Daftar Nama 166 Pejabat Pemkab Madina yang Dilantik Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Madina Kembali Gelar Pelantikan Pejabat Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Madina Dicoret dari Daftar Penerima Dana Bencana Rp10 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hipotensi dan Hipertensi, Bagaimana Pencegahan dan Pengendaliannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026