Pemprov Sumbar merancang APBD 2027 sebesar Rp5,71 triliun dengan fokus mitigasi bencana guna menyelamatkan sektor pertanian dan UMKM yang sempat terpukul.
Padang, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) merancang anggaran tahun 2027 sebesar Rp5,71 triliun dengan fokus utama pada pemulihan pascabencana dan penguatan infrastruktur tangguh guna menyelamatkan sektor pertanian serta UMKM nagari yang sempat terpukul akibat cuaca ekstrem.
Langkah tersebut diambil setelah pertumbuhan ekonomi daerah tercatat melambat menjadi 3,37 persen pada tahun 2025 dari yang sebelumnya mencapai 4,36 persen. Penurunan itu dipicu serangkaian bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang merusak jalur distribusi utama dan mobilitas masyarakat.
Gubernur Mahyeldi menyerahkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tersebut kepada DPRD Sumbar pada Senin (6/7/2026).
Mahyeldi mengatakan kali ini alokasi besar sengaja digeser untuk membangun ketahanan daerah terhadap ancaman alam agar roda ekonomi di tingkat bawah tidak terus terguncang. Kebijakan fiskal ini didesain secara rigid agar setiap rupiah yang keluar terkoneksi langsung dengan pemulihan produktivitas warga, terutama yang bergantung pada sektor pangan dan perdagangan lokal.
“Alokasi anggaran dan perancangan kebijakan tahun 2027 disusun berdasarkan prinsip money follows program, dengan memberikan prioritas penuh pada program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung mitigasi risiko dan pemulihan pascabencana secara tangguh,” ujar Mahyeldi.
Di tengah tekanan ekonomi makro dan tantangan geografis tersebut, performa intervensi sosial Sumatera Barat sebenarnya memperlihatkan tren positif.
Angka kemiskinan di wilayah ini berhasil ditekan dari posisi 5,97 persen menjadi 5,31 persen, yang berarti ada lebih dari 33 ribu jiwa yang berhasil keluar dari jerat kemiskinan. Kondisi ini diperkuat oleh perbaikan Indeks Gini Rasio menjadi 0,280 dan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia yang kini bertengger di angka 77,27.
Meski struktur rancangan APBD 2027 ini memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp5,77 triliun dan belanja daerah Rp5,71 triliun, perhitungan komponen pembiayaan menunjukkan adanya potensi defisit sekitar Rp66 miliar.
Untuk menambal celah tersebut, pemerintah daerah bersiap menggenjot Pendapatan Asli Daerah lewat digitalisasi sistem perpajakan, optimalisasi aset-aset daerah yang telantar, serta memacu kinerja BUMD.
Melalui skema anggaran yang responsif bencana ini, Pemprov Sumbar berharap struktur ekonomi nagari dapat segera pulih dan melompat lebih jauh melalui hilirisasi komoditas unggulan serta pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Reporter: Sir




Discussion about this post