• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Akibat Pengerukan Tanah, Tukad Pakerisan Tak Sebening Dulu

BALI

by Redaksi
Senin, 10 April 2023
0 0
0
Akibat Pengerukan Tanah, Tukad Pakerisan Tak Sebening Dulu
ADVERTISEMENT

Gianyar, StartNews Kondisi Tukad (sungai) Pakerisan sudah tak seindah dulu. Sungai yang bersumber dari sebelas mata air ini kini sudah tercemar, khususnya di Desa Kramas, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali.

Tukad sepanjang kurang lebih 3 kilometer ini bersumber dari 11 mata air, yakni Tebe Lesung, Mumbul, Pakerisan, Ancak, Suryanadi, Sumadi, Nagakunci, Abasan, Magelung, Selukat, Sudemale, hingga bermuara di Pantai Keramas.

Bedasarkan pantauan, sungai ini airnya sudah keruh diduga akibat pengerukan tanah di senpanjang daerah aliran sungai (DAS) Pakerisan. Aktivitas pengerukan yang tergolong tambang galian C ini sudah berlangsung hampir dua tahun terakhir. Aktivitas pengerukan tanah ini terlihat mulai dari mata air Nagakunci sampai mata air Sumadi.

Menurut Ketut Purnama, warga Desa Keramas, ada oknum pengusaha yang berbisnis dengan membeli tanah warga di DAS Pakerisan untuk dikeruk. Tanah hasil kerukan itu kemudian dijual untuk menimbun tanah di tempat lain.

Meskipun tanah yang dikeruk milik pribadi warga, tetapi aktivitas pengerukan tersebut merusak lingkungan. Tukad Pakerisan yang membelah Desa Keramas sebagai sumber irigasi jadi keruh airnya.

Tukad yang berfungsi sebagai irigasi dan keseimbangan alam jadi rusak, katanya, Senin (10/4/2023).

Sebelum ada aktivitas pengerukan itu, Tukad Pakerisan airnya bening. Beragam binatang yang hidup di air tawar itu seperti ikan dan udang masih terlihat jelas dari atas permukaan air.

Namun, akibat pengerukan itu, air sungai jadi keruh. Dasar sungai yang sebelumnya berpasir dan bebatuan, kini menjadi endapan lumpur. Sehingga, tak terlihat lagi adanya ikan dan udang dari atas permukaan air.

Bahkan, lahan yang selama ini rimbun ditumbuhi pepohonan dan bermanfaat untuk menyerap air hujan, kini sudah tidak berfungsi lagi. Akibatnya, hujan deras sebentar saja sudah dapat menyebabkan banjir.

Menurut Ketut, banyak warga yang keberatan terhadap aktivitas pengerukan tanah itu. Namun sayang, belum ada warga yang secara resmi melaporkannya kepada pihak berwajib.

Warga enggan melapor, karena kondisi sulit selama ini membuat warga sibuk mengurus kebutuhan hidup sehari-hari, ujarnya.

Seperti diketahui, Tukad Pakerisan memainkan peran penting dalam mengairi sawah dan kebun di sekitar wilayah Desa Keramas.

Di Desa Keramas, Tukad Pakerisan memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting. Konon, pada abad ke-11, sebuah kerajaan kecil bernama Kerajaan Warmadewa pernah berdiri di daerah ini. Kerajaan Warmadewa merupakan salah satu kerajaan dari masa Hindu-Buddha di Bali yang cukup besar.

Tukad Pakerisan dianggap sebagai sumber kekuatan kerajaan tersebut. Oleh karena itu, sungai ini dianggap suci dan dijadikan tempat upacara keagamaan.

Selain nilai sejarah dan budayanya, Tukad Pakerisan juga memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Airnya jernih dan bersih. Lingkungan sekitarnya juga asri dan alami.

Namun, kondisi itu kini sudah berubah. Kini Tukad Pakerisan sudah tak sebening dulu lagi.

Reporter: TIM

Tags: BaliBlahbatuDesa KeramasGianyarPengerukan TanahTukad Pakerisan
ShareTweet
Next Post
Kapolres Madina Perintahkan Anggotanya Tindak Tegas Pelaku Kejahatan

Kapolres Madina Perintahkan Anggotanya Tindak Tegas Pelaku Kejahatan

Discussion about this post

Recommended

Kado Tahun Baru, 27 Anggota Polres Padangsidimpuan Naik Pangkat

Kado Tahun Baru, 27 Anggota Polres Padangsidimpuan Naik Pangkat

2 tahun ago
Pria Ini Juga Lebaran di Penjara Gegara Bawa Kabur Mobil Angkot

Pria Ini Juga Lebaran di Penjara Gegara Bawa Kabur Mobil Angkot

1 tahun ago

Popular News

  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    Update Nama-nama Korban Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sopir Asal Bekasi Meninggal Dunia di Loket Bus ALS Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Identitas Sopir dan Kenek Bus ALS yang Kecelakaan Maut di Muratara Terungkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025