PVMBG melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Sorik Marapi di Mandailing Natal (Madina) yang didominasi gempa vulkanik dalam dan satu kali gempa terasa. Masyarakat diminta menjauhi kawah utama.
Panyabungan, StartNews – Gunung Sorik Marapi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, terekam mengalami 13 kali gempa vulkanik dalam di tengah kondisi visual puncak yang tertutup kabut tebal.
Berdasarkan laporan pengamatan terbaru, aktivitas kegempaan tersebut memiliki amplitudo berkisar antara 2 hingga 43 mm dengan durasi gempa yang bervariasi antara 2 hingga 6 detik.
Selain aktivitas vulkanik internal, petugas pengamat juga mencatat terjadinya satu kali gempa terasa dengan skala II MMI yang memiliki amplitudo maksimal 43 mm.
Secara visual, asap kawah tidak dapat teramati karena puncak gunung tertutup kabut 0-I. Sementara cuaca di sekitar area dilaporkan mendung hingga turun hujan dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 25 derajat Celsius.
Menanggapi perkembangan aktivitas geologi ini, pihak otoritas pengamatan menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap zona bahaya yang telah ditetapkan untuk mengantisipasi potensi ancaman mendadak.
“Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diminta agar tidak memasuki wilayah radius 1.500 meter dari pusat kawah utama atau puncak Gunung Sorik Marapi,” tulis tim pengamat dalam laporannya pada Rabu, 8 April 2026.
Pihak PVMBG juga memberikan peringatan khusus agar warga menghindari area Kawah Sibangor Tonga, Kawah Sibangor Julu, serta kawah-kawah aktif lainnya di sekitar gunung. Tujuannya, menghindari risiko semburan lumpur maupun gas beracun yang dapat muncul secara tiba-tiba tanpa peringatan awal yang jelas.
Pemerintah daerah setempat diimbau terus menjalin koordinasi intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Pos Pengamatan Gunung Sorik Marapi di Desa Sibangor Tonga.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap tenang, menjaga suasana kondusif, serta tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait kondisi aktivitas gunung api tersebut.
Reporter: Sir





Discussion about this post