Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution menemukan sejumlah pelanggaran standar gizi dan sanitasi saat melakukan sidak program Makan Bergizi Gratis di beberapa sekolah dasar.
Panyabungan, StartNews – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menemukan sejumlah sajian makanan yang tidak memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa sekolah dasar pada Selasa (7/4/2026).
Sidak yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menyasar SDN 401 Merah Putih di Kelurahan Sipolupolu, Kecamatan Panyabungan. Di lokasi itu, Atika melihat aspek sanitasi dan komposisi menu masih jauh dari harapan, di antaranya penempatan wadah makanan (ompreng) yang diletakkan langsung di atas lantai tanpa alas sehingga dinilai tidak higienis.
“Dari fakta di lapangan yang kami temui, masih ada yang belum terstandar sesuai dengan juknis (petunjuk teknis) yang dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional,” tegas Atika di sela-sela peninjauan itu.
Selain masalah kebersihan, Atika mengkritisi menu nasi goreng dengan lauk bakso ayam kemasan (frozen food) serta penyajian buah-buahan yang tidak dibungkus plastik pelindung.
Dia meminta Koordinator Wilayah (Korwil) dan pihak sekolah agar berani mengambil tindakan tegas jika pihak penyedia makanan tidak mematuhi aturan.
Kondisi serupa ditemukan saat rombongan berlanjut ke SDN 093 Gunungtua, Panyabungan. Atika menyoroti adanya dugaan pengurangan kuantitas porsi makanan dibandingkan saat kunjungan pemerintah sebelumnya. Secara kasat mata dia melihat perbedaan porsi nasi yang diberikan kepada siswa dalam sidak kali ini.
“Kami melihat ada sedikit perbedaan antara saat datang pada hari pertama operasional pasca libur Idul Fitri, nasinya agak sedikit kurang nampaknya secara kasat mata,” ungkapnya.
Guna mencegah kejadian serupa terulang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina mewajibkan para guru untuk mencicipi terlebih dahulu porsi makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Guru juga diminta proaktif menagih data daftar gizi harian kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bentuk pengawasan mandiri.
Atika menilai pengawasan ketat ini penting agar anggaran negara yang besar benar-benar tersalurkan dalam bentuk asupan bergizi demi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Madina.
Dia berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pengawasan hingga ke tingkat SPPG guna memastikan keberhasilan program tersebut.
“Kami turun bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi memastikan uang negara sampai ke anak-anak dalam bentuk makanan bergizi. Kami akan datangi SPPG secara bertahap, terutama yang menjadi catatan hari ini,” katanya.
Reporter: Sir




Discussion about this post