Bupati Madina H. Saipullah Nasution menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 6,80 persen pada Musrenbang RKPD 2027. Fokus pembangunan diarahkan pada transformasi ekonomi, pelayanan dasar, dan penguatan ketahanan daerah.
Panyabungan, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution memproyeksikan lonjakan signifikan pada indikator ekonomi makro daerah dalam rencana pembangunan mendatang. Dia menyampaikan hal ini saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 secara virtual dari Aula Kantor Bupati, Senin (6/4/2026).
Dalam forum yang dihadiri Wakil Bupati Atika Azmi Utammi serta unsur Forkopimda tersebut, Saipullah memaparkan pertumbuhan ekonomi Madina ditargetkan meningkat dari 4,38 persen pada tahun 2025 menjadi kisaran 6,10 hingga 6,80 persen pada tahun 2027. Selain pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Madina juga menargetkan penurunan persentase penduduk miskin secara drastis dari 7,91 persen menjadi antara 4,43 hingga 5,74 persen.
“Musrenbang ini merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini menjadi sarana untuk menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan dengan aspirasi masyarakat serta kebijakan pembangunan nasional dan Provinsi Sumatera Utara,” ujar Saipullah.
Penyusunan RKPD 2027 ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD periode 2025–2029, sehingga arah kebijakan harus tetap konsisten dengan target jangka menengah.
Saipullah menegaskan transformasi ekonomi akan dilakukan melalui penguatan sektor-sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, perikanan, serta pemberdayaan UMKM agar lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan.
Di sisi lain, bupati juga menyoroti aspek ketahanan daerah terhadap potensi risiko bencana alam. Mengingat pengalaman banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Madina pada akhir tahun 2025, dia meminta agar setiap rencana pembangunan infrastruktur harus mengedepankan prinsip pengurangan risiko bencana guna melindungi fasilitas umum dan keselamatan masyarakat.
“Oleh karena itu, pembangunan kedepan harus mengintegrasikan prinsip pengurangan risiko bencana dan ketahanan daerah dalam setiap sektor,” tegasnya.
Terkait keterbatasan anggaran, Saipullah menekankan pentingnya efisiensi dan inovasi dalam pengelolaan fiskal. Pemkab Madina berkomitmen untuk terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui langkah-langkah intensifikasi serta mempererat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendukung pendanaan program-program prioritas.
Menutup arahannya, bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan adaptif. Dia berharap Musrenbang ini melahirkan dokumen perencanaan yang tidak hanya teoritis, tetapi mampu dieksekusi secara nyata demi kesejahteraan masyarakat Madina.
“Saya berharap melalui Musrenbang ini kita dapat menghasilkan program pembangunan yang prioritas, realistis, dan berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mampu memperkuat ketahanan daerah,” kata Saipullah.
Reporter: Fadli Mustafid





Discussion about this post