Pemprov Sumut dan Kadin berkolaborasi pangkas biaya logistik tinggi melalui pemanfaatan 40 persen APBD untuk infrastruktur demi tingkatkan nilai tambah produk lokal.
Medan, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengalokasikan 40 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) khusus untuk pembangunan infrastruktur demi menekan biaya logistik tinggi dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor mengatakan pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam mengeksekusi anggaran jumbo tersebut tanpa keterlibatan aktif para pelaku usaha.
“Sebanyak 40% dianggarkan untuk infrastruktur dan ini diwajibkan oleh pemerintah pusat. Itulah yang dilaksanakan oleh Dinas PU dan Sumber Daya Air. Karena itu, Pemprov Sumut tidak bisa melaksanakan sendiri. Harus ada Kadin, pelaku usaha di dalamnya,” kata Timur Tumanggor pada Rapat Pimpinan Provinsi Kadin Sumut di Hotel Adimulia Medan, Kamis (24/9/2026).
Timur menjelaskan, penguatan konektivitas antar-wilayah menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi besar Sumut pada sektor perkebunan, perikanan, kelautan, pariwisata, hingga industri pengolahan. Hal ini sekaligus mempermudah akses pasar dan mempercepat hilirisasi industri yang berdampak langsung pada penguatan UMKM lokal.
Dia juga meminta hasil pertemuan tersebut segera menghasilkan program kerja nyata yang langsung menyasar seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
“Saya berharap hasil Rapimprov ini tidak berhenti pada pembahasan di ruang sidang, tetapi ditindaklanjuti menjadi program kerja yang terukur,” tambah Timur.
Sementara Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara mengatakan iklim investasi yang kondusif serta dukungan dari pemerintah menentukan keberhasilan percepatan ekonomi daerah.
“Kami yang memutar perekonomian Sumut lebih dari 90%. Jadi, kami mohon dikasih karpet merah untuk berinvestasi. Saya juga sampaikan nanti ke Pak Gubernur. Sehingga bisa memberikan manfaat lebih untuk Sumut,” ujar Firsal.
Firsal menyoroti keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung, Bandara Kualanamu, dan Tol Trans Sumatera sebagai simpul logistik vital yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi Sumut melampaui rata-rata nasional.
Reporter: Sir





Discussion about this post