Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan Madina sebagai salah satu kawasan prioritas pengembangan perikanan terintegrasi hulu ke hilir pada tahun 2026 untuk mendongkrak kesejahteraan nelayan pesisir barat.
Medan, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menetapkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagai salah satu wilayah prioritas dalam pengembangan kawasan unggulan perikanan terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir pada tahun 2026. Penetapan ini bertujuan memaksimalkan besarnya potensi hasil laut di wilayah pesisir barat sekaligus mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan para nelayan setempat.
Langkah tersebut merupakan bagian dari master plan yang telah disusun oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara. Pengembangan di Kabupaten Madina akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar nelayan, mulai dari penyediaan sarana prasarana alat tangkap hingga proses hilirisasi pengolahan hasil laut.
Wilayah pantai barat Sumatera Utara, termasuk Madina, memiliki potensi komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi seperti cakalang, tongkol, tenggiri, tuna sirip kuning, kembung, layang, selar kuning, tembang, kuwe, dan bawal.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Sumut Jenny Masniari Sinaga menjelaskan, penentuan lokasi kawasan unggulan ini didasarkan pada besaran potensi dan capaian produksi perikanan di masing-masing wilayah. Dia menegaskan konsep pembangunan ini dirancang agar para nelayan bisa mendapatkan nilai tambah dari setiap tangkapan laut mereka melalui rantai usaha yang berkelanjutan.
“Data produksi ikan inilah yang menjadi dasar kami untuk memilih penentuan lokasi sebagai kawasan unggulan yang konsepnya dibangun dari hulu ke hilir, di mana nelayan kita berikan alat tangkap dan bantuan lain yang dibutuhkan dan nanti dibantu hilirisasinya hingga pengolahan,” ujar Jenny dalam keterangannya di Lobi Dekranasda, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Kamis (17/6/2026).
Selain masuk dalam pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap, Madina juga berpeluang merasakan dampak positif program perluasan Kampung Nelayan Merah Putih. Pada tahun 2026, Pemprov Sumut menargetkan pembangunan fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di delapan belas wilayah yang tersebar di sepanjang pantai barat Sumatera Utara. Integrasi program ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir Madina.
Sejalan dengan upaya pembenahan di sektor perikanan tangkap, pemerintah daerah juga terus mendorong potensi sektor perikanan budidaya agar mampu menembus pasar internasional.
Kepala Bidang Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Sumut Muhammad Riza Kurnia Lubis menyatakan pesisir Sumatera Utara memiliki daya saing yang kuat untuk ekspor.
Dia mencontohkan, selain udang vaname yang menjadi primadona, terdapat beberapa komoditas lain yang saat ini menjadi fokus pemerintah karena tingginya permintaan pasar global, salah satunya komoditas rumput laut.
Reporter: Sir





Discussion about this post