• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Agustus 7, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Warga Siulangaling Khawatir Banjir Lebih Dahsyat Akibat PETI di Hulu Sungai

by Redaksi
Selasa, 25 November 2025
0 0
0
Warga Siulangaling Khawatir Banjir Lebih Dahsyat Akibat PETI di Hulu Sungai

Aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan ekskavator di hulu sungai kawasan Sininjon. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

MBG, StartNews – Rasa cemas menghantui warga di wilayah Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang baru saja dilanda banjir luapan Sungai Parlampungan. Warga makin khawatir setelah mengetahui adanya aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) menggunakan ekskavator di hulu sungai kawasan Sininjon, sehingga berpotensi memicu banjir yang lebih dahsyat.

Aktivitas penambangan ilegal yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir ini dilaporkan telah menciptakan kolam besar di hulu sungai. Warga khawatir kolam tersebut sewaktu-waktu meluap dan menerjang permukiman warga di Siulangaling.

“Aktivitas pertambangan emas ilegal yang menggunakan ekskavator ini membuat kolam besar yang sewaktu-waktu bisa meluap hingga menerjang permukiman warga di Siulangaling,” kata seorang warga Siulangaling kepada StartNews melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/11/2025).

Dia menyebutkan lokasi tambang emas ilegal itu berada di hulu sejumlah desa seperti Ranto Panjang, Lubuk Kapundung 1, Lubuk Kapundung II, dan Hutarimbaru. Dalam prosesnya, beberapa pohon besar dilaporkan telah ditebangi oleh para penambang.

Warga khawatir jika hujan lebat terus mengguyur wilayah itu dapat menimbulkan banjir yang lebih dahsyat. Warga khawatir arus banjir akan membawa material kayu-kayu besar dari lokasi pertambangan ilegal.

Bahkan, warga makin cemas saat banjir setinggi 1 hingga 2 meter melanda Desa Hutarimbaru beberapa hari terakhir. Warga terpaksa ronda malam menggunakan perahu robin untuk memantau kondisi luapan sungai, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terburuk dari dampak aktivitas tambang ilegal tersebut.

Reporter: Agus Hasibuan

Tags: BanjirHulu SungaiPETISiulangalingWarga
ShareTweet
Next Post
Longsor di Sipirok, Akses Jalan Nasional Padangsidimpuan-Medan Putus Total

Longsor di Sipirok, Akses Jalan Nasional Padangsidimpuan-Medan Putus Total

Discussion about this post

Recommended

3 Tahun DPO, Polda Sumut Tangkap Buronan Interpol di Malaysia

3 Tahun DPO, Polda Sumut Tangkap Buronan Interpol di Malaysia

3 tahun ago
Empat Wakil Ketua DPRD Sumut Defenitif Dilantik

Empat Wakil Ketua DPRD Sumut Defenitif Dilantik

2 tahun ago

Popular News

  • Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok, Water Salute Tandai Penerbangan Perdana Wings Air Kualanamu (KNO) – Madina (JHN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen Pol. Sonny Irawan Dimutasi dari Jabatan Wakapolda Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkembangan Kasus Smart Village, Jaksa Kembali Periksa Sejumlah Kades

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026