Alih-alih meratapi keterlambatan bantuan bibit dari pemerintah, para petani di Tanggabosi menginisiasi masa tanam secara swadaya setelah rehabilitasi lahan rampung.
Siabu, StartNews – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan rehabilitasi lahan pertanian di Tanggabosi, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina, telah rampung 100 persen dan siap digunakan kembali oleh masyarakat untuk masa tanam. Langkah ini bertujuan mengejar target panen raya dalam empat bulan kedepan guna memulihkan tonase produksi padi daerah yang sempat merosot akibat kendala lahan.
Menariknya, meski Pemerintah Kabupaten Madina masih dalam proses mengusulkan bantuan sarana produksi dan bibit ke tingkat pusat, para petani setempat memilih tidak berpangku tangan. Mereka secara swadaya mulai mengolah tanah dan menyiapkan benih sendiri agar momentum musim tanam tidak terbuang siasia.
“Pemerintah menargetkan petani bisa panen dalam empat bulan kedepan untuk memulihkan tonase padi yang sempat hilang. Namun, para petani kita sangat antusias, sehingga mereka sudah mulai persiapan masa tanam tanpa menunggu bantuan,” ujar Atika Azmi Utammi Nasution saat meninjau lokasi persawahan di Tanggabosi, Selasa (9/6/2026).
Sikap mandiri para petani ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah, yang menilai semangat tersebut sebagai motor penggerak utama pemulihan ekonomi sektor pertanian pasca-gangguan lahan.
Setelah merampungkan proyek di Siabu, fokus pemantauan digeser ke pemulihan sistem irigasi di Kecamatan Nagajuang yang ditargetkan selesai pada pekan depan. Atika menekankan pentingnya sinergi infrastruktur yang matang agar air dapat mengalir lancar tanpa merusak area persawahan yang mulai ditanami.
Keberhasilan normalisasi ini, menurut dia, tidak lepas dari kolaborasi antara Kementerian Pertanian, TNI, akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), hingga jajaran pemerintah desa.
Atika juga mengingatkan kemandirian petani dan perbaikan fasilitas lingkungan harus dijaga bersama oleh masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah. Dia menegaskan tumpukan sampah berisiko menyumbat aliran irigasi baru, memicu banjir, dan pada akhirnya merusak kembali areal persawahan yang sudah susah payah dipulihkan.
Reporter: Sir





Discussion about this post