STAIN Madina menggelar Wisuda Sarjana Angkatan ke-8 dengan meluluskan 519 mahasiswa. Rektor dan bupati menegaskan pentingnya integrasi ilmu, iman, dan akhlak.
Panyabungan, StartNews – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) mewisuda 519 mahasiswa dari 20 program studi dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan ke-8 di Student Center, Kompleks Pendidikan STAIN Madina, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (31/10/2026).
Prosesi wisuda itu dihadiri sejumlah tokoh daerah dan nasional, di antaranya Bupati Madina H. Saipullah Nasution, Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis, Ketua Dewan Penyantun STAIN Komjen Pol. (Purn) Saud Usman Nasution, Anggota DPRD Sumatera Utara H. Aswin Parinduri, serta mantan Bupati Madina H. Dahlan Hasan Nasution.
Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis menyampaikan rasa syukur atas kelulusan 519 mahasiswa. Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan buah kesabaran dalam menuntut ilmu serta doa-doa panjang yang akhirnya terwujud.
Dia berpesan agar para wisudawan tidak menjadikan ilmu sebagai sarana kesombongan, melainkan sebagai jalan untuk meningkatkan ketundukan kepada Sang Pencipta dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Ananda tidak hanya lulus sebagai sarjana, tetapi mengemban amanah sebagai cendekiawan muslim,” ujar Mara Samin di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Di tengah dinamika modernitas, perkembangan teknologi, dan pergeseran nilai sosial, dia berharap para lulusan mampu menjadi pelopor yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan keluhuran nilai-nilai ke-Islaman.
“Tampillah sebagai penyejuk, pembawa solusi, dan representasi Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam,” tambahnya.
Mara Samin juga mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga adab, akhlak, dan nama baik almamater dimana pun berada.
Menurut dia, kepintaran tanpa moral dapat mendatangkan kerusakan. Sebaliknya, ilmu yang dibarengi iman dan akhlak akan membawa kemaslahatan bagi umat.
Sementara Bupati Madina H. Saipullah Nasution menyoroti tantangan zaman yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta arus informasi global yang telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi.
“Gelar sarjana harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi,” tegas Saipullah.
Meski demikian, dia mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan jatidiri dan nilai-nilai ke-Islaman.
Menurut dia, teknologi dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, iman dan akhlak harus tetap menjadi kompas dalam menentukan arah serta tujuan penggunaannya.
Saipullah juga menegaskan percepatan pembangunan di Kabupaten Madina tidak hanya bertumpu pada ketersediaan infrastruktur fisik, tetapi ditentukan oleh kualitas, karakter, dan daya saing sumber daya manusia.
“Gelar sarjana bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah. Jadilah pribadi yang rendah hati meskipun berilmu tinggi, santun dalam bersikap, teguh dalam prinsip, dan bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Reporter: Fadli Mustafid





Discussion about this post