• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia

by Redaksi
Senin, 8 November 2021
0 0
0
Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia
ADVERTISEMENT

Figur Roehana Koeddoes, masuk dalam pencarian terpopuler Google hari ini, Senin (8/11/2021). Google Doodle hari ini menampilkan karikatur wajah seorang perempuan mengenakan kerudung khas Sumatera.

Roehana Koeddoes atau Ruhana Kuddus, jurnalis perempuan pertama, jadi pahlawan nasional asal Sumbar. Penghargaan untuk Ruhana diserahkan di Istana Negara Jakarta pada Jumat (8/11/2019).

Ruhana Kuddus merupakan salah satu pejuang wanita Indonesia, yang termasuk pahlawan nasional Tanah Air. Pada 8 November 2019, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Roehana Koeddoes atau Ruhana Kuddus, berdasarkan keputusan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Roehana Koeddoes merupakan jurnalis perempuan pertama Indonesia, yang menjadi simbol kesetaraan gender dan kebebasan berekspresi. Roehana lahir di Kabupaten Agam pada 20 Desember 1884, dari pasangan Mohamad Rasjad Maharadha Soetan dan Kiam. Disebutkan, Roehana Koeddoes adalah kakak tiri dari Perdana Menteri Indonesia yang pertama Soetan Sjahrir, bibi dari penyair terkenal Chairil Anwar, dan sepupu H. Agus Salim.

Roehana Koeddoes mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang pada 1911. Selain aktif di bidang pendidikan, perempuan ini juga menulis di surat kabar perempuan, Poetri Hindia.

Saat dibredel pemerintah Belanda, Ruhana Kuddus berinisiatif mendirikan surat kabar, dengan nama Sunting Melayu, yang tercatat sebagai salah satu surat kabar perempuan pertama di Indonesia. Pendirian surat kabar ini tidak lepas dari ramainya kabar kesewenang-wenangan terhadap kaum perempuan yang marak terjadi di masa itu. Bahkan, hampir setiap surat kabar yang dibaca Roehana Koeddoes tidak pernah absen memberitakannya.

Kemudian, dicarilah cara untuk menyuarakan suara kaum perempuan. Sejumlah pemimpin surat kabar diajak berkoresponden, salah satunya Soetan Maharadja, pemimpin redaksi Utusan Melayu. Memperjuangkan nasib perempuan Dalam suratnya, perempuan yang meninggal pada 17 Agustus 1972 ini mengungkapkan keinginannya memperjuangkan nasib perempuan, dan hal itulah yang membuat Soetan bersimpati.

Keduanya bertemu dan sepakat mendirikan surat kabar khusus perempuan pertama di Sumatera Barat, Soenting Melajoe, yang bermakna Perempuan Melayu, di tahun 1912, dengan Roehana Koeddoes menjadi pemimpin redaksi. Tak hanya terlibat dalam penerbitan Soenting Melajoe, Ruhana Kuddus juga terlibat dalam penerbitan beberapa surat kabar lain, seperti surat kabar Perempoean Bergerak di Medan dan surat kabar Radio di Padang.

Roehana Koeddoes menikah dengan seorang aktivis pergerakan yang juga notaris dan penulis, Abdoel Koeddoes, pada 1908. Pernikahan tersebut tidak lantas membuat Ruhana berhenti bergerak, justru semakin aktif.

Bersama sang suami, Roehana Koeddoes lebih bersemangat untuk mendidik, terutama para perempuan di Kota Gadang. Selain di dunia jurnalistik, Ruhana Kuddus juga dikenal aktif di dunia pendidikan.

Di tahun yang sama dengan berdirinya Soenting Melajoe, Roehanna Koeddoes mendirikan sekolah KAS pada 11 Februari 1911, yang ditujukan untuk anak-anak perempuan dan akan dididik dengan sejumlah pengajaran berupa kerajinan tangan, tulis baca huruf arab dan latin, pendidikan rohani, serta keterampilan rumah tangga.

Roehana mendapatkan beberapa penghargaan, seperti sebagai Wartawati Pertama Indonesia (1974), dan pada Hari Pers Nasional tahun 1987, dianugerahi sebagai Perintis Pers Indonesia.

Sumber: Kompas.com

 

Tags: IndonesiaJurnalis PerempuanPertamaRoehana Koeddoes
ShareTweet
Next Post
Gus Halim Sebut Desa Kunci Pembangunan Indonesia

Gus Halim Sebut Desa Kunci Pembangunan Indonesia

Discussion about this post

Recommended

Dampak Inpres No.1 Tahun 2025, Anggaran Pusat untuk Madina Dipotong Rp71,1 Miliar

Dampak Inpres No.1 Tahun 2025, Anggaran Pusat untuk Madina Dipotong Rp71,1 Miliar

1 tahun ago
Kolonel Nasrullah Nasution Pimpin DPD PASMADA Jabodetabek, Ini Susunan Pengurusnya

Kolonel Nasrullah Nasution Pimpin DPD PASMADA Jabodetabek, Ini Susunan Pengurusnya

5 tahun ago

Popular News

  • Wings Air Pangkas Harga Tiket Rute Madina, Lebih Murah dari Sibolga

    Wings Air Pangkas Harga Tiket Rute Madina, Lebih Murah dari Sibolga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantah Berita Setoran Pengamanan, Kejari Madina Lapor ke Dewan Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026