• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, September 8, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Polemik Muskohcab KOHATI Madina, Suaimah Bantah Pernyataan Dewi Wahyuni

by Saparuddin Siregar
Kamis, 13 Agustus 2026
0 0
0
Polemik Muskohcab KOHATI Madina, Suaimah Bantah Pernyataan Dewi Wahyuni

Suaimah, ketua KOHATI Komisariat Tarbiyah STAIN Madina. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Ketua KOHATI Komisariat Tarbiyah STAIN Madina, Suaimah, membantah klaim Dewi Wahyuni terkait kehadiran utusannya dalam Muskohcab ulang HMI Cabang Madina.

Panyabungan, StartNews – Ketua Korps HMI Wati (KOHATI) Komisariat Tarbiyah STAIN Mandailing Natal (Madina), Suaimah, membantah pernyataan Dewi Wahyuni yang menyebutkan Komisariat Tarbiyah turut hadir dan melegitimasi pelaksanaan Musyawarah KOHATI Cabang (Muskohcab) ulang. Bantahan ini disampaikan menyusul mencuatnya polemik dualisme kepemimpinan di tubuh KOHATI Cabang Madina pada Rabu (12/8/2026).

Dalam keterangannya, Suaimah memastikan Komisariat Tarbiyah STAIN Madina tidak pernah memberikan wewenang atau mandat kepada pihak mana pun untuk mengikuti Muskohcab versi Dewi Wahyuni tersebut.

“Saya selaku Ketua Umum KOHATI Komisariat Tarbiyah STAIN Madina periode 2025-2026 tidak membenarkan pernyataan tersebut. Saya tidak pernah memberikan mandat kepada siapapun untuk menghadiri forum itu dengan mengatasnamakan KOHATI Komisariat Tarbiyah STAIN Madina,” ujar Suaimah, Kamis (13/8/2026).

Dia mengatakan apabila terdapat individu atau kader yang hadir dalam Muskohcab ulang tersebut dengan mengatasnamakan Komisariat Tarbiyah, maka tindakan itu dipastikan inkonstitusional. Kehadiran pihak-pihak tersebut, menurut dia, dilakukan sepenuhnya di luar sepengetahuan dan tanpa persetujuan dirinya selaku ketua umum yang sah.

BACA JUGA: – Polemik Muskohcab, Pengurus KOHATI Madina Saling Tuding Ilegal

Suaimah juga mengatakan mandat resmi organisasi hanya diberikan untuk satu forum Muskohcab yang jelas kedudukannya. Forum sah yang diakui oleh Komisariat Tarbiyah adalah musyawarah yang dihadiri oleh Ketua Umum KOHATI Cabang Madina periode 2024/2025 Purnama Melandari, sekretaris umum Nur Aida, serta pengurus KOHATI Komisariat Lafran Pane, yang pada akhirnya menetapkan Rahma Safitri sebagai formatur terpilih.

“Jadi, apabila ada pihak yang hadir tanpa mandat dari saya, kehadiran tersebut tidak dapat dianggap sebagai representasi resmi KOHATI Komisariat Tarbiyah STAIN Madina,” tegasnya.

Melalui klarifikasi ini, Suaimah meminta kepada Dewi Wahyuni agar tidak lagi mencantumkan nama organisasinya sebagai alat untuk melegitimasi forum yang tidak pernah mereka hadiri. Langkah ini sebagai upaya menjaga muruah dan nama baik KOHATI Komisariat Tarbiyah STAIN Madina dari pusaran konflik internal tingkat cabang.

“Klarifikasi ini saya sampaikan untuk meluruskan informasi dan menjaga nama baik KOHATI Komisariat Tarbiyah. Kami menghargai proses organisasi, tetapi kami juga memiliki hak untuk meluruskan ketika nama KOHATI Komisariat Tarbiyah STAIN Madina disebut tanpa adanya mandat atau inkonstitusional,” kata Suaimah.

Sebelumnya, polemik di internal KOHATI Cabang Madina pecah setelah muncul dua kubu yang saling mengklaim kursi ketua terpilih, yakni kubu Rahma Safitri dan kubu Dewi Wahyuni.

Pendukung Rahma Safitri menyatakan bahwa Muskohcab mereka berjalan tertib, transparan, dan sah secara hukum organisasi. Mereka juga menuding Dewi Wahyuni memanipulasi publik karena mendeklarasikan diri sebagai ketua tanpa pernah hadir atau menyerahkan berkas di forum awal.

Menanggapi hal itu, Dewi Wahyuni sempat memberikan bantahan dengan menyebut Muskohcab yang memenangkan Rahma sebagai forum ilegal karena tidak diberitahukan secara resmi kepada HMI Cabang Madina.

Dewi mengklaim bahwa pengurus cabang telah membekukan forum tersebut dan menggelar Muskohcab ulang yang sah. Dalam pernyataannya yang kini dibantah, Dewi turut mengklaim bahwa forum ulangnya itu dihadiri oleh utusan dari berbagai komisariat, termasuk Komisariat Tarbiyah.

Reporter: Sir

Tags: Dewi WahyuniKOHATI MadinaMuskohcabPolemikSuaimah
ShareTweet
Next Post
Menkeu Purbaya Tak Akan Intervensi Terkait OTT Pejabat Pajak dan Bea Cukai

Menkeu Temukan Kekurangan dalam Laporan Keuangan Program MBG

Discussion about this post

Recommended

Jamaah Haji Kloter 08 Tiba di Asrama Haji Medan Tadi Pagi

Jamaah Haji Kloter 08 Tiba di Asrama Haji Medan Tadi Pagi

2 tahun ago
Camat LSM Bantah Sepakati Bisnis Foto Bupati dan Wabup Madina

Camat LSM Bantah Sepakati Bisnis Foto Bupati dan Wabup Madina

1 tahun ago

Popular News

  • Ancam Kuras Dana Desa, Kadis PMD Madina Larang Kades Ikut Bimtek ‘Siluman’ di Medan

    Ancam Kuras Dana Desa, Kadis PMD Madina Larang Kades Ikut Bimtek ‘Siluman’ di Medan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Sumut Bongkar Sindikat Kejahatan Siber Berkedok Misi Nonton Film Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Mantan Pejabat Pemkab Madina Divonis Bebas, Ada Apa dengan Dakwaan Jaksa?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Bisnis, Bonggol Jagung Sumut Tembus Pasar Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inspektorat Riksus Mantan Kadis Perkimtan Madina Terkait Keberadaan Mobil Dinas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026