• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Juli 14, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Polda Sumbar Usut Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Ombilin

by Redaksi
Senin, 13 Juli 2026
0 0
0
Polda Sumbar Usut Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Ombilin

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya membeberkan penyelidikan korupsi batu bara untuk Unit Pembangkitan Bukit Asam (UPB) Ombilin. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Ditreskrimsus Polda Sumbar menyelidiki dugaan korupsi pengadaan batu bara UPB Ombilin yang melibatkan tiga perusahaan pemasok, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp129 miliar.

Padang, StartNews — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat (Sumbar) tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dalam kerja sama pengadaan batu bara untuk kebutuhan Unit Pembangkitan Bukit Asam (UPB) Ombilin.

Dugaan penyimpangan itu berkaitan dengan kontrak jual-beli antara PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan tiga perusahaan pemasok selama periode 2020 hingga 2023 yang berpotensi merugikan negara lebih dari Rp129 miliar.

Penyelidikan ini membidik tiga mitra penyedia, yaitu CV Putri Surya Pratama Natural (PSPN), CV Tahiti Coal (TC), serta konsorsium PT Mivagio Coal Indonesia (MCI) bersama PT Nusa Alam Lestari (NAL).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ketiga perusahaan tersebut diduga tidak mampu memenuhi kewajiban pengiriman batu bara sesuai dengan volume yang tercantum dalam kontrak tahunan.

Akibat macetnya pasokan dari ketiga rekanan tersebut, persediaan bahan bakar di UPB Ombilin merosot tajam di bawah ambang batas kebutuhan minimum. Kondisi ini memaksa operasional pembangkit listrik milik anak perusahaan PT PLN tersebut berjalan tidak maksimal dan mengganggu stabilitas pasokan energi.

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan penanganan kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan yang sebelumnya sempat berjalan di tingkat markas besar. Polisi bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan kontrak kerja sama tersebut.

“Penyelidikan ini merupakan pengembangan dari penanganan perkara yang sebelumnya dilakukan Mabes Polri terkait dugaan penyimpangan pengadaan batu bara di lingkungan PLN yang sempat dikaitkan dengan peristiwa pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sumatera,” ujar Susmelawati, baru-baru ini.

Dalam proses pemeriksaan awal, manajemen ketiga perusahaan pemasok berdalih bahwa kegagalan pemenuhan kuota disebabkan faktor eksternal. Mereka menyodorkan sejumlah alas an, mulai dari kendala teknis operasional di lapangan, tingginya curah hujan yang melumpuhkan aktivitas penambangan, hingga penutupan tambang batu bara bawah tanah pada akhir tahun 2022.

Namun, polisi tidak serta-merta menerima alasan tersebut. Ditreskrimsus Polda Sumbar yang telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tetap melakukan pengujian secara mendalam terhadap semua dalih yang diajukan.

“Kami masih mendalami berbagai alasan yang disampaikan pihak perusahaan, seperti kendala operasional dan faktor cuaca. Namun, penyidik akan memastikan apakah faktor-faktor tersebut benar-benar menjadi penyebab utama tidak terpenuhinya pasokan batu bara yang berdampak pada operasional pembangkit listrik milik PLN,” kata Susmelawati.

Upaya penegakan hukum ini sempat terkendala kehadiran para saksi. Hingga saat ini, pihak pelapor maupun perwakilan manajemen dari ketiga perusahaan yang bermasalah belum memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik dengan berbagai alasan.

Pihak pelapor telah menyampaikan kesediaannya untuk hadir setelah kembali ke Sumatera Barat karena saat ini masih berada di luar daerah. Sementara penyidik Ditreskrimsus Polda Sumbar menjadwalkan ulang pemanggilan kembali terhadap perwakilan ketiga perusahaan guna memberikan keterangan.

Saat ini, penyidik terus mengumpulkan dokumen kontrak, memeriksa saksi-saksi, dan melengkapi alat bukti. Kepolisian akan mengedepankan asas praduga tak bersalah dan ketelitian untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi sebelum menetapkan langkah hukum berikutnya.

Reporter: Sir

Tags: Batu BaraKorupsiOmbilinPasokanPolda Sumbar
ShareTweet

Discussion about this post

Recommended

Modus Sambung Kabel Gagal, Dua Pencuri Motor di Sipirok Diringkus Warga

Modus Sambung Kabel Gagal, Dua Pencuri Motor di Sipirok Diringkus Warga

4 bulan ago
Usai Tinjau Pasar, Bupati Madina Menilai Perlu Optimalisasi Produk Lokal

Usai Tinjau Pasar, Bupati Madina Menilai Perlu Optimalisasi Produk Lokal

1 tahun ago

Popular News

  • Keuangan Madina Oleng, Bupati Sebut Anggaran PPPK 2026 Kuras Kas Daerah

    Keuangan Madina Oleng, Bupati Sebut Anggaran PPPK 2026 Kuras Kas Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seleksi Terbuka JPTP dan Aroma Tak Sedap di Akar Birokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Sumut Audit Stadion HM Nurdin Padangsidimpuan Jelang Konser Bulls Motion

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026