• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

PETI di Madina, Sinyal Tegas dari Pusat

by Saparuddin Siregar
Senin, 17 November 2025
0 0
0
Dilema Aktivitas Tambang Emas Ilegal

Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

ADVERTISEMENT

KEHADIRAN anggota Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri di Desa Tombang Kaluang, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, adalah sinyal yang sangat jelas.

Itu menandakan bahwa pemerintah pusat tidak akan lagi menoleransi aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang merusak lingkungan dan merugikan negara. Operasi penertiban yang dikabarkan berhasil mengamankan dua unit alat berat ekskavator ini patut diapresiasi sebagai langkah maju dalam penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan.

Penindakan yang dipimpin oleh AKBP Fajar ini menyoroti sebuah ironi pahit. Informasi menyebutkan bahwa alat berat yang diamankan ditemukan dalam kondisi mati, tanpa ada aktivitas. Temuan ini memunculkan pertanyaan kritis.

Apakah kabar kedatangan tim penindak telah bocor, sehingga memberi waktu bagi para pelaku untuk “tidur sementara”? Atau, apakah ini adalah modus operandi PETI, dimana aktivitas dilakukan secara sporadis, lalu dihentikan untuk menghindari tangkapan?

Apapun alasannya, pemasangan garis polisi pada alat-alat berat tersebut adalah bukti kuat dugaan pelanggaran hukum. Proses pemanggilan terhadap dua pria berinisial S dan R, yang diduga sebagai bos tambang, harus ditindaklanjuti secara serius.

Keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari jumlah alat yang disita, melainkan dari seberapa jauh mata rantai kejahatan ini dapat diungkap. Siapa pemodal utamanya? Siapa saja yang memfasilitasi operasi ilegal tersebut?

Yang paling mengusik dari laporan ini adalah pengakuan Plh. Kasi Humas Polres Madina Ipda Fahrul Simanjuntak, yang mengaku tidak mengetahui soal turunnya tim dari Mabes Polri. Pengakuan ini bisa diartikan dua hal. Pertama, operasi sengaja dilakukan secara senyap oleh Mabes Polri untuk menghindari kebocoran. Kedua, adanya kelemahan signifikan dalam koordinasi dan pengawasan aktivitas ilegal di tingkat lokal.

Jika alasannya adalah yang kedua, maka ini adalah alarm bahaya. Keheningan dan ketidaktahuan aparat keamanan setempat terhadap operasi PETI yang notabene melibatkan alat berat dan kerusakan lingkungan skala besar di wilayahnya sendiri, patut dipertanyakan.

Aktivitas PETI tidak terjadi dalam ruang hampa. Ia berdampak langsung pada sungai, hutan, dan kehidupan masyarakat. Ketiadaan informasi dari aparat lokal seolah mengukuhkan pandangan publik bahwa PETI adalah masalah yang dibiarkan berlarut-larut, bahkan mungkin terlindungi.

Operasi Dittipiter Bareskrim Polri di Madina ini harus menjadi momentum penting untuk pembersihan tuntas PETI. Penindakan bukan hanya soal penyitaan alat, tetapi juga tentang penghentian total rantai pasok dan pemodal, serta pemulihan lingkungan yang rusak.

Kepolisian RI, khususnya di tingkat pusat dan daerah, harus memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Tidak cukup hanya mengirim tim dari Jakarta. Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan PETI di wilayah hukum Sumatera Utara.

Kejahatan lingkungan adalah kejahatan terhadap masa depan. Masyarakat Madina berhak atas sungai yang bersih, hutan yang lestari, dan udara yang sehat. Keberanian Mabes Polri harus disambut dengan dukungan dan keterbukaan dari seluruh elemen penegak hukum di daerah. Peti mati bagi PETI di Mandailing Natal harus segera ditutup, bukan hanya sekadar digaris polisi. (*)

Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

Tags: madinaPETIPusatSikap RedaksiSinyalTegas
ShareTweet
Next Post
Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung dengan Bus

Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung dengan Bus

Discussion about this post

Recommended

Dua Tokoh Bertemu untuk Membicarakan Kepentingan Tapsel

Dua Tokoh Bertemu untuk Membicarakan Kepentingan Tapsel

1 tahun ago
Lantik 57 Pejabat Administrator dan Pengawas, Gubsu: ASN Jangan Terlibat Politik Praktis

Lantik 57 Pejabat Administrator dan Pengawas, Gubsu: ASN Jangan Terlibat Politik Praktis

4 tahun ago

Popular News

  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hipotensi dan Hipertensi, Bagaimana Pencegahan dan Pengendaliannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026