Pendiri BKMT Tapsel Syahrul Pasaribu mendorong umat meneladan sifat Rasulullah SAW sekaligus mendukung pemulihan ekonomi pasca-bencana.
Tapsel, StartNews – Sifat siddiq, tabligh, amanah, dan fathanah dari Nabi Muhammad SAW menjadi modal sosial yang kuat bagi masyarakat Tapanuli Selatan (Tapsel) untuk bangkit dan merekonstruksi kehidupan ekonomi pasca-bencana alam. Pendiri Badan Kontak Majelis Taklim Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M. Pasaribu, menegaskan hal itu saat menghadiri pengajian akbar BKMT dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Sialang, Kecamatan Sayurmatinggi, Kamis (27/8/2026).
Mantan Bupati Tapsel tersebut mengaitkan secara langsung nilai-nilai spiritualitas keislaman dengan langkah nyata pemulihan daerah pasca-musibah yang menimpa wilayah itu pada akhir tahun 2025 lalu. Kehadiran nilai-nilai keteladanan kenabian dinilai sangat relevan dalam membimbing ketahanan mental dan kemandirian ekonomi warga yang terdampak.
“Kita sebagai umatnya harus berupaya meningkatkan sifat-sifat Rasulullah pada diri kita seperti Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathanah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyukseskan program pemulihan kehidupan pasca-bencana,” ujar Syahrul Pasaribu.
Syahrul mengapresiasi konsistensi BKMT sejak dibentuk pada 2011 yang terus tumbuh dan menjadi pilar kebersamaan warga. Ia mendorong jamaah BKMT untuk mengambil peran aktif dalam sektor ekonomi produktif, khususnya mendukung pembenahan infrastruktur, pertanian, dan perikanan yang tengah digencarkan pemerintah daerah.
Menurut dia, potensi budidaya melalui program Seribu Kolam dan penanaman jagung di wilayah Sayurmatinggi, seperti Desa Sipange Siunjam, Sipange Godang, dan Sipange Julu, sangat prospektif untuk mendongkrak kembali pendapatan masyarakat di bawah bimbingan dinas terkait.
Pesan penguatan ketahanan pangan dan kebersamaan ini disepakati oleh Camat Sayurmatinggi Enri Cofermi Batubara, yang juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kekompakan demi menyukseskan program-program pemerintah pasca-bencana.
Sementara Ustadz Anjar Mulia Tambunan dalam tausiyahnya memperkuat pesan tersebut dengan mengingatkan jamaah agar senantiasa meneladani sifat tawadhu dan kesederhanaan Rasulullah, sekaligus terus memperdalam ilmu keagamaan untuk mensyiarkan Islam.
Kegiatan yang dihadiri Ketua BKMT Tapsel Rosmawati Ritonga beserta jajaran aparat desa dan tokoh masyarakat ini menjadi momentum integrasi antara syiar keagamaan dan langkah konkret pembangunan daerah.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post