Seorang ibu rumah tangga di Linggabayu, Madina, memohon kepada polisi untuk menangkap suaminya yang kecanduan sabu hingga nekat menjual gelang bayinya.
Linggabayu, StartNews – Seorang ibu rumah tangga asal Desa Lancat, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), memohon agar polisi segera menangkap suaminya yang kecanduan mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Permintaan putus asa itu dia sampaikan lantaran sang suami telah melampaui batas dengan menelantarkan keluarga, bahkan nekat menggunting dan menjual perhiasan emas milik bayi mereka demi membeli barang haram tersebut.
Sebut saja YN, identitas ibu dua anak ini sengaja dirahasiakan oleh redaksi demi keamanan dan keselamatannya sesuai amanat Kode Etik Jurnalistik. YN menceritakan betapa hancur perasaannya melihat perilaku suaminya berinisial AS, yang semakin hari semakin tidak terkendali akibat pengaruh narkoba.
“Anak dan istri ditelantarkan demi sabu. Kalau bisa tolonglah suami saya ditangkap saja. Saya sudah tidak tahan lagi. Harapan saya, diberantaslah yang namanya sabu ini, karena dampaknya sangat besar terhadap kami para istri,” ungkap YN dengan nada putus asa.
Puncak penderitaan YN terjadi ketika suaminya tega mengambil perhiasan anak bungsu mereka yang baru berusia empat bulan. Perhiasan tersebut dirampas dan dijual semata-mata untuk memenuhi hasrat kecanduannya terhadap sabu.
“Sudah sangat jahat dia sama kami. Gelang anak saya dipotong pakai gunting kuku, lalu dijualnya untuk membeli sabu,” keluhnya.
Terkait peredaran narkoba yang sudah merajalela di kawasan Linggabayu, YN mengaku sempat nekat mendatangi langsung lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi suaminya.
Tidak hanya sekadar kecanduan, YN juga meradang karena kerap mendengar kabar dari warga sekitar bahwa suaminya diduga mulai terlibat tindak pidana pencurian akibat desakan kebutuhan membeli narkoba.
Sebenarnya YN sudah menempuh berbagai upaya agar suaminya sadar dan mendapat pembinaan. Pada tahun 2025, YN mengadukan kelakuan suaminya ke polisi setempat. Petugas dari Kantor Polsubsek Simpang Gambir sudah tiga kali mendatangi rumah mereka untuk memberikan nasihat dan teguran kepada AS. Namun, hal itu sama sekali tidak memberikan efek jera.
Kini, YN mengaku kehabisan cara dan menutup pintu maaf. Dia memohon bantuan agar aparat Polres Madina segera turun tangan memberantas jaringan sabu di desanya. Dia juga mengaku ikhlas jika suaminya harus mendekam di balik jeruji besi demi menyelamatkan masa depan anak-anaknya.
“Seandainya dibantu supaya dilaporkan ke Polres, saya ikhlas karena Allah ta’ala,” pungkasnya.
Reporter: Sir





Discussion about this post