• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 15, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pemuda Pancasila Tawarkan Solusi Pemberantasan Ladang Ganja di Madina

by Redaksi
Senin, 21 Februari 2022
0 0
0
Tiada Habisnya, Ladang Ganja Terus Bertumbuh di Tor Sihite Madina

Operasi pemusnahan ladang ganja seluas 5 hektare di Desa Raorao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Madina, Kamis (27/1/2022). (FOTO: DOK BNNK MADINA)

ADVERTISEMENT

Panyabungan, StartNews Penemuan kembali ladang ganja seluas 2 hektare berisi 10 ribu batang ganja di Tor Mangimpang, Desa Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) oleh Poldasu, Polres Madina, BNNK, dan Pemkab Madina beberapa hari lalu seharusnya menjadi catatan serius sekaligus koreksi bagi seluruh pihak (stakeholder) untuk merunut secara detail kejadian tersebut serta menemukan solusi dari akar persoalan yang ada.

“Lagi-lagi kejadian memalukan berupa ladang ganja yang siap panen ditemukan di Madina. Apakah kejadian ini akan terus berulang kembali tanpa ada solusi? Ibarat sinetron, kita terus dipertontonkan dengan adegan temuan ladang ganja dengan drama kolosal bersambung, tanpa diketahui kapan episode ini akan berakhir, kata Ketua MPC Pemuda Pancasila Madina Akhmad Arjun Nasution melalui Kabid Keagamaan dan Kerohanian MPC Pemuda Pancasila Madina Samsul Hidayat Borotan, kepada pers baru-baru ini.

Dengan waktu yang sangat panjang, 20 tahun lebih usia Kabupaten Madina, tapi kita tidak bisa melakukan langkah konkrit untuk memberantas ladang ganja yang sangat menodai nama Madina di mata publik. Hal ini sangat ironis dan membuat kita miris,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, penemuan ladang ganja bukanlah hal yang baru, sehingga membuat publik bertanya-tanya kenapa ladang ganja sulit diberantas keakar-akarnya. Bahkan, nama Madina yang selama ini harum dikenal sebagai Serambi Makkah Sumatera Utara, gudangnya ulama dan santri telah lama bergeser, menjadi rusak karena dicap sebagai basis ladang ganja terbesar kedua di Indonesia yang menjadi produsen barang haram tersebut.

Menurut dia, publik wajar berasumsi negatif bahwa penanganan narkoba jenis ganja terkesan tidak serius dan setengah hati. Untuk itu, Samsul yang mantan aktivis PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) ini meminta agar para stakeholder (Polri, BNNK, Pemkab Madina) serta pihak terkait dapat duduk satu meja untuk merumuskan langkah strategis dalam pembasmian ladang ganja.

Samsul Hidayat Borotan.

Pasalnya, apabila hal ini terus dibiarkan, konsekuensinya kita setuju untuk membunuh masa depan generasi muda, merusak moralitas dan mentalitas masyarakat serta menghancurkan nama baik Kabupaten Madina, katanya.

Mengatasi persoalan akut ladang ganja ini, katadia, Pemuda Pancasila Madina menawarkan solusi. Pertama, penegakan hukum (law enforcement) yang tegas untuk memberikan efek jera.

“Temuan ladang ganja ini terkesan hanya menangkap atau menyasar para petani yang bekerja sebagai buruh harian. Ini kan hanya kelas teri. Namun, kelas kakap dari bisnis haram ini tak pernah ditemukan siapa bandar atau pemilik kebun tersebut. Tugas BNN dan Polri untuk mencari tau siapa oknum dalang, pemilik, bandar atau donatur yang membiayai penanaman ganja dan harus segera diseret ke pengadilan,” ujarnya.

Kedua, kata Samsul, program transmigrasi lokal. Daerah Panyabungan Timur, kulturnya adalah masyarakat homogen dan jarang menerima pendatang. Untuk itu, kata Samsul, harus dibuatkan program naturalisasi, akulturasi campur-baur personal dan budaya di wilayah yang teridentifikasi sebagai daerah ladang ganja. Masyarakat yang diajak untuk transmigrasi tersebut harus dibekali dengan berbagai skill, modal, dan agama, katanya.

Ketiga, kata Samsul, paling penting sebagai alternatif solusi untuk menghentikan praktek penanaman ilegal tersebut dengan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi, dan instansi terkait lainnya.

Perlu diinisiasi, kata Samsul sebuah Grand Desain Alternative Development (GDAD). Program ini sudah berhasil diterapkan di Aceh selaku pilot project untuk melakukan alih fungsi lahan yang selama ini kerap digunakan untuk menanam ganja menjadi lahan pertanian produktif dan kawasan agrowisata. Melalui program ini petani ganja akan beralih menanam tanaman produktif seperti holtikultura, jagung, kedelai, dan sebagainya.

“Saya rasa Pemkab Madina, BNNK, dan masyarakat perlu dilibatkan untuk studi banding ke Aceh, belajar kesana. Daripada jauh-jauh studinya ke Thailand, dan lain-lain,” ujarnya.

Tujuan alih fungsi lahan ini, kata dia, tentunya untuk mengembangkan sosial budaya, mewujudkan keamanan dan ketertiban, menjaga lingkungan hidup dan kelestarian hutan, pengembangan ekonomi, menciptakan ketahanan pangan, serta pembangunan agrowisata.

Selain itu, dengan program ini diharapkan masyarakat memiliki produktivitas yang dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan dan membangun Madina yang bersih dari produksi ganja.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Al Hasan Nasution mengungkapkan, narkoba dengan segala jenisnya harus dijadikan sebagai musuh bersama (common enemy). Tentunya, perlu sinergitas dan kekompakan seluruh komponen masyarakat untuk memerangi itu.

“Kita dari Pemuda Pancasila telah lama mengibarkan bendera perang terhadap narkoba. Kita tidak main-main dalam hal ini. Siapa saja anggota PP yang terlibat narkoba, akan kita pecat secara tidak hormat dan memprosesnya ke ranah hukum,” ujar Al Hasan.

Terkait solusi yang ditawarkan Pemuda Pancasila di atas, kata dia, pihaknya siap diajak diskusi lebih lanjut serta implementasi oleh pihak-pihak terkait agar peredaran narkoba, khususnya ladang ganja, di Madina dapat diberangus hingga ke akar-akarnya.

Reporter: Rls

Tags: ladang GanjamadinaPemuda PancasilaSolusi
ShareTweet
Next Post
17 Personil Polres Madina Berprestasi Terima Penghargaan

17 Personil Polres Madina Berprestasi Terima Penghargaan

Discussion about this post

Recommended

Upacara Hari Pahlawan, Kapolres Madina: Perangi Kemiskinan dan Kebodohan

Upacara Hari Pahlawan, Kapolres Madina: Perangi Kemiskinan dan Kebodohan

3 tahun ago
Terkait Penggelembungan Suara, THN AMIN Sumut Laporkan KPU ke Bawaslu

Terkait Penggelembungan Suara, THN AMIN Sumut Laporkan KPU ke Bawaslu

2 tahun ago

Popular News

  • Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dr. Mara Samin Lubis Dilantik Jadi Ketua STAIN Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Miris…! Keponakan Terpaksa Pindahkan Makam Paman-Bibiknya Demi Akhiri Konflik Warisan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sakti Matondang Klarifikasi Fakta Pembongkaran Makam Pasutri di Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rombongan Bupati Madina Studi Tiru Pengolahan Serai Wangi ke Garut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026